Tiga Tips Sukses Usaha dari Menteri Keuangan

Wirausahawan harus mampu bangkit dari kondisi terburuk.

Agus Martowardojo
(VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews – Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengungkapkan kunci menjadi seorang pengusaha yang berhasil adalah pribadi yang memiliki jiwa kewirausahaan baik.

Untuk memupuk jiwa tersebut, Agus memiliki tips yang ampuh. Inilah nasihat agar pengusaha bisa meraih sukses:

1. Melihat kesempatan dari situasi baik dan buruk.

“Selalu bisa mempunyai suatu inovasi untuk melakukan suatu pengelolaan sumber daya. Resources itu bisa market resources, human, ekologi,” ujar Agus di Jakarta, Sabtu 26 Mei 2012.

Setelah membaca peluang, wirausahawan harus berani untuk mengeksekusinya sehingga mendapatkan capaian atau nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kalau istilah Pak Ciputra, enterpreneur itu adalah seorang yang mampu untuk mengubah sampai menjadi emas,” tambahnya.

2. Pandai mengelola risiko.

Wirausahawan harus padai dalam mengelola resiko yang akan terjadi pada saat melakukan eksekusi peluang yang ada.

“Untuk itu harus mempunyai karakter yang kuat,” ungkapnya.

3. Wirahusahawan harus mampu bangkit.

Pengusaha harus mampu bangkit dari keterpurukan. Setelah mengalami kondisi terburuk, wirausahawan bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya.

“Kita itu harus jadi climber, misalnya pengusaha Aceh terjadi tsunami yang mengakibatkan keluarga meninggal dan harta abis. Kita tidak bisa menjadi lemah. Kita harus bangkit. Kita harus bergerak hidup lagi untuk melanjutkan usaha dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Agus menjelaskan untuk memiliki jiwa kewirausahawan memang tidak seperti membalikkan kedua telapak tangan. Kemampuan ini harus benar-benar ditanamkan sejak dini.

Menurut Agus, seorang wirausahawan yang berasal dari keluarga pengusaha berpotensi lebih besar untuk sukses dalam kewirausahaan yang dibangunnya.

“Karena dari kecil sudah dipupuk untuk pahami lingkungan usaha dan dimatangkan membaca pasar tentang bagaimana menanggung resiko dan berbagai hal lainnya,” ucapnya.

Agus mengatakan untuk menjadi wirausahawan yang baik bisa belajar dari institusi-institusi pendidikan yang ada saat ini.

“Karena itu saya sambut baik mendengar bahwa di perguruan tinggi sudah ada pendidikan khusus untuk enterpreneur. Tentu untuk mengasah enterpreneur kedepannya,” tandasnya.

Jika dilihat secara umum, jiwa kewirausahaan tidak hanya sebatas lingkungan usaha. Tapi, bisa juga dalam bidang sosial dan budaya. Bahkan, menurutnya, prinsip-prinsip kewirausahaan dapat pula diterapkan dalam pemerintahan.

“Misalnya penjabat yang enterpreneur, bukan hanya pejabat yang jadi manager. Tetap mereka adalah leader yang mampu melakukan perubahan. Pandai melihat oportunity dan mengeksekusinya,” pungkasnya. (adi)

Sumber