Tiga Buah Prasasti Ditemukan

Int
Ilustrasi

MAJENE, FAJAR — Hanya dalam kurun waktu sebulan, tiga buah prasasti ditemukan warga di dua tempat yang berbeda. Prasasti ini diyakini memiliki nilai sejarah. Pemerintah Kabupaten Majene pun berencana melakukan kajian arkeologi.

Prasasti yang pertama ditemukan di Lingkungan Bukku, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae, Majene, Minggu, 17 Juni lalu. Prasasti ini ditemukan persis di dekat menhir pemujaan yang dikenal oleh warga sekitar dengan sebutan “Batu Miana”.

Prasasti yang ditemukan di Kecamatan Banggae ini berisi tulisan Lontara Mandar. Diperkirakan prasasti tersebut merupakan warisan dari abad ke-15.

Sepekan kemudian, dua buah prasasti lainnya ditemukan di sekitar Kota Tinggi, Kecamatan Malunda, Majene. Pada prasasti itu terdapat suatu tulisan namun belum diketaui jenis tulisannya. Tapi kemungkinan huruf Pallawa.

Kepala Museum Mandar Majene, Ahmad Hasan, Rabu, 27 Juni mengatakan, prasasti-prasasti tersebut ditemukan oleh warga yang bekerja sebagai penambang batu di sekitar lokasi.

“Saat melihatnya, saya kaget dan seolah tidak percaya sebab penemuan prasasti di Kepulauan Sulawesi belum pernah terjadi selama ini. Saya pastikan ini yang pertama di Sulawesi,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Majene, Mitthar Thala Ali, mengatakan akan dilakukan kajian lebih lanjut atas penemuan benda yang memiliki nilai sejarah tersebut. “Bahkan bila perlu akan dilakukan kajian arkeologi,” katanya.

Lokasi penemuan juga akan dilakukan pemagaran sebab kemungkinan masih ada benda sejarah yang dapat ditemukan. (far/nin)

Sumber