Solo Batik Carnival (SBC)

Sebuah karya kreatifitas anak bangsa yang memadukan kekayaan tradisi dan karnaval modern. Dibalut kekayaan budaya batik sebagai kostum yang dieksplorasi. Event yang dibuat oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Telah terselenggara sebanyak 4 kali semenjak tahun 2008. Berturut-turut dengan tema Wayang, Topeng, Sekar Jagad, Keajaiban Legenda, dan kini menginjak tahun ke 5 dengan mengusung tema Metamorphosis.

Berdasar kearifan lokal menuju nasional dengan menggali imajinasi dan kreativitas. Berprinsip “Karnaval Berbasis Masyarakat”, peserta karnaval dituntut sebagai aktor sekaligus kreator kostum. Pembekalan karnaval melalui workshop dengan materi seputar Desainer, Make Up & Hair Do, Koreografi, Musik dan Kepercayaan Diri. Keserasian elemen-elemen tersebut berpadu dengan antusiasme semua pihak menjadikan SBC tampil spektakuler.

Cerita SBC tak akan bermula dan berjalan tanpa bantuan segala pihak. Antusias dari seluruh lapisan masyarakat sebagai peserta dan penonton membuat event SBC sebagai event wajib Kota Solo. Dukungan baik pihak swasta, seniman, komunitas, serta Pemerintah menjadi penyokong terselenggaranya event ini. “SBC adalah representasi Kota Solo, wujud kecintaan masyarakat kota Solo terhadap kotanya.”

VISI

Pengembangan Industri Kreatif dengan Batik dan Bahan Daur Ulang diproses menjadi sebuah Seni Pertunjukan Fashion Carnival bertaraf Internasional.

MISI

Membangun kesadaran atas Industri Kreatif dengan Pemberdayaan Masyarakat melalui pelatihan/Workshop untuk pembuatan kostum dengan proses materi Batik dan Bahan-bahan Daur ulang yang ada di sekitarnya menjadi sebuah karya seni yang mengagumkan melalui penyelengaraan Solo Batik Carnival, yang menyajikan hiburan bermutu tinggi.

TUJUAN

Menggali Potensi Masyarakat untuk menjadi Kreator/Desainer Busana Karnival dengan memanfaatkan Batik dan Pemakaian barang daur ulang sebagai bahan dasar serta potensi peserta sebagai Aktor di mana setiap peserta dituntut mampu memperagakan karya dari masing-masing peserta.

Agenda Tahunan dari Pemerintah Daerah Solo serta Solo Center Point yang sudah menjadi Event Internasional dimana dengan adanya event ini secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan pendapatan masyarakat secara umum.

Membangun kemitraan antar Pemerintah Kota Solo khususnya, Departemen Pariwisata, Departemen Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Serta Depertemen Perindustrian dengan Pihak Swasta untuk membangun dan berkomitmen untuk melaksanakan Solo Batik Carnival ke-5.

Mendorong partisipasi seniman lokal dalam menggali inspirasi dan penuangan dalam Desain Busana Karnival.

Meningkatkan jumlah pengunjung untuk menyaksikan Solo Batik Carnival ke-5 untuk mendorong pendapatan pada hotel, restoran, dan industri Batik serta merangsang usaha Pedagang.

Mendorong relawan lokal dalam perencanaan dan penyelenggaraan festival

Memperkuat Kota Solo Sebagai Citra Kota Batik diharapkan dengan adanya event ini dapat memperkuat Kota Solo sebagai kota Batik dengan Image yang dibentuk melalui Desain Busana Karnival berbahan dasar Batik.

Memperkuat Positioning Solo sebagai Kota Pertunjukan, diharapkan dapat menarik wisatawan baik Domestik maupun Internasional untuk hadir dan menyaksikan event ini sehingga dapat memperkuat Image Kota Solo.

Wahana hiburan masyarakat Solo, diharapkan dengan adanya event ini menjadikan salah satu alternative hiburan yang mendidik bagi warga kota Solo.

Sejarah SBC

Berawal dari keinginan mengembangkan potensi batik, muncullah ide awal mengenai karnaval batik yang dicetuskan oleh salah seorang pengusaha dari kota Solo. Dengan menggaet Dynand Fariz (creator Jember Fashion Carnival) dalam pembuatan konsep awal karnaval, terlahirlah Solo Batik Carnival. Konsep awal tersebut kemudian didiskusikan dengan Walikota Solo selaku pemangku kepentingan tertinggi. Bak gayung bersambut, Ir. Jokowi-pun mempertemukan mereka dengan Kepala Dinas Pariwisata Tahun 2008. Kemudian dibentuklah kepanitiaan dan memulai perekrutan peserta dan volunteer. Dalam era awal terbentuknya SBC, kritikan dan kesangsian banyak muncul dari para pegiat seni, dikarenakan desain yang digunakan sebagai kostum karnaval dianggap menyimpang dari nilai nilai batik. Akan tetapi dengan maksud dan tujuan yang baik, bahwa gagasan awal karnaval ini adalah sebagai bentuk eksplorasi batik dengan berdasar pada nilai nilai luhur batik, maka Solo Batik Carnival pun dapat diterima oleh semua elemen masyarakat termasuk para penggiat kesenian di Surakarta.SBC 1 : event pertama SBC digelar tanggal 13 April 2008. Mengangkat tema kesenian wayang SBC pertama mampu menyedot antusiasme masyarakat Solo. Tak ayal, media cetak jakarta post dan BBC online turut meliput event ini. Gelaran pertama ini juga mampu mendongkrak ekonomi pengusaha yang bergeliat di bidang batik.

SBC 2 : memasuki tahun kedua, Solo Batik Carnival lebih mengeksplorasi batik. hal itu terlihat dari tema “Topeng” yang di aplikasikan dalam kostum batik. Karnaval yang digelar pada 28 Juni 2009 ini semakin membuat masyarakat antusias dengan Solo Batik Carnival.

SBC 3 : pada event ketiga yang digelar tanggal 23 Juni 2010, SBC mengangkat tema yang lebih luas, yaitu “Sekar Jagad” yang meliputi flora dan fauna. Ratusan peserta terlibat dalam karnaval dengan rute Sepanjang jalan raya Slamet Riyadi.

SBC 4 : Roro jongrang, Ande-ande Lumut, Ratu Pantai Selatan, dan Kencana Wungu atau yang disebut dengan “Sang Legenda” menjadi tema gelaran SBC kali ini. Berbeda dengan SBC tahun sebelumnya, SBC kali ke 4 ini di gelar pada malam hari.

Yayasan

Solo Batik Carnival merupakan event tahunan pemkot Solo yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Solo. Mulai dari gelaran pertama di tahun 2008 sampai tahun 2012 ini. Evaluasi dari tahun ke tahun membuat pertunjukkan SBC semakin spektakuler. Memasuki tahun ke5 , tentu saja SBC mengedepankan profesionalitas. Hal ini terbukti dengan didirikannya Yayasan Solo Batik Carnival. Sebenarnya, sejak gelaran SBC pertama ide ini telah dimunculkan namun baru dapat terealisasi pada tahun 2012 ini.

Yayasan Solo Batik Carnival merupakan sebuah lembaga berbadan hukum resmi yang didirikan awal tahun 2012. Diharapkan yayasan ini menjadi tempat bernaung para peserta Solo Batik Carnival. Keberadaan yayasan ini menjadi semacam manajemen untuk para anggota Solo Batik Carnival , mengingat banyaknya tawaran show dari luar kota Solo. Dengan begitu, peserta Solo Batik Carnival mempunyai standar minimal akomodasi dan manajemen yang profesional untuk show di luar kota Solo. Rencana jangka panjangnya, dari yayasan ini kemudian muncul lembaga lembaga pendidikan dalam bidang fashion, terutama batik.

Sekretariat

Jalan Dr. Rajiman 557E , Ruko Laweyan , Surakarta
Telp. 62-271-8076183

(TAY)