Ingin Anak Jadi Pengusaha Sukses, Ini Saran Rhenald Kasali

Foto: Dok. detikFinance

Jakarta – Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur sukses harus memiliki jiwa perantau. Mentalitas masyarakat Indonesia saat ini secara umum masih belum memiliki jiwa perantau karena anak-anak di Indonesia masih dididik untuk berada dalam bantuan orangtua hingga dewasa.

“Orang kita itu dalam mendidik anak selalu dekat dengan kita. Jadi anak itu mentalitasnya jadi mentalitas penumpang,” ungkap Guru Besar Universitas Indonesia (UI) dan juga pakar entrepreneur, Rhenald Kasali di Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Rhenald menjelaskan, jika dalam sebuah keluarga ada seorang anak yang merantau dan yang lain berada masih dalam lingkungan orangtua. Rhenald mengatakan anak yang merantaulah yang memiliki peluang sukses terbesar karena dia belajar dan bertindak menggunakan jalan pikirnya sendiri.

“Biasanya kalau ada lima anak, satu dari di antara lima anak itu nggak mau bergantung dan dia keluar dari lingkungan itu. Dialah yang berhasil. Kalau yang keluar pertamanya saja kasihan tapi lama-lama karena dia menggunakan cara berpikirnya sendiri,” katanya.

Menurutnya, jika seorang merantau dan ingin berhasil mereka hanya punya pilihan menjadi pengusaha karena kalau menjadi pejabat di daerah yang mereka jadikan lokasi merantau adalah hal yang sulit di tengah sistem otonomi daerah.

“Kalau pergi ke daerah lain terus jadi bupati kan nggak mungkin. Mau nggak mau kan anda berusaha, satu-satunya bidang yang terbuka adalah wirausaha, dengan anda jadi wirausaha anda bisa mandiri,” sebutnya.

Rhenald menjelaskan, jika ingin mengubah generasi Indonesia yang menjadi mental perantau yang tangguh. Para orang tua menurutnya, harus membiasakan anak-anak mereka untuk tinggal berpisah misalnya sekolah di luar daerah sehingga mereka akan terbisa untuk mandiri.

“Orangtua harus mendorong anaknya memiliki sikap mental untuk tidak bergantung pada orangtuanya misalnya begini begitu anak SMA kalau perlu orangtua sudah melempar anaknya sekolahnya di kota yang lain sehingga dia menjadi mandiri,” tutup Rhenald. (feb/dnl)

Sumber