50 Tahun Kiprah Musik Keluarga Koeswojo

Dok. Kompas
Grup musik Koes Plus formasi tahun 1977. Dari kiri Tonny Koeswoyo (organ), Yon (gitar), Murry (drum), dan Yok (bas).

JAKARTA, KOMPAS.com–Keluarga Koeswojo, siapa yang tak kenal mereka? Keluarga pemusik yang melegenda namanya melalui grup band Koes Ploes, kini menginjak usia kelima puluh tahun dalam berkarir di dunia musik.

Menurut Yok Koeswojo, salah satu anggota keluarga Koeswojo, peran pemimpin adalah kunci dari kekompakan sebuah grup. “Dalam grup itu ada sebuah leader (pemimpin). Di kami, Tony Koeswojo almarhum, pemimpinnya. Jadi, kami yang beranggotakan empat orang, kalau tidak bisa memimpin, jangan memimpin,” kata Yok yang ditemui di kediaman Koeswojo, Jalan H. Nawi 72, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Dalam pertemuan tersebut, Yok juga menyatakan kekecewaannya perihal pengaturan pembuatan lagu oleh produser grup band. Menurutnya, aliran grup band saat ini disetir oleh produser dalam menciptakan lagu. Hal ini berbeda saat dirinya masih tergabung dalam Koes Ploes. “Saya dulu dicegah begitu oleh almarhum Mas Tonny,” ujar Yok menuturkan.

Yok menceritakan, dirinya dibebaskan dalam berkarya, termasuk menciptakan lagu. Perjalanan panjang musik keluarga Koeswojo dimulai dari Koes Bersaudara yang dibentuk tahun 1960. Di tahun 1969, Koes Bersaudara menjadi Koes Ploes. Di tahun 70-an, band Koes Ploes menjadi legenda dan begitu terkenal di berbagai kalangan dan usia. Beragam penghargaan pun telah diperoleh. Seribu lagu dalam ratusan album juga telah dirilis Koes Ploes.

Dalam kiprahnya yang kelima puluh tahun, Sabtu (23/6/2012), keluarga Koeswojo menggelar hiburan “Rakyat Nusantara” yang akan berlangsung selama 13 jam, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB, di panggung Archipelago, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Acara ini diselenggarakan tanpa sponsor, bersifat gratis, dan siapapun dapat menikmatinya. Di akhir wawancara, Yok berpesan kepada para grup band yang ada di Indonesia, agar tidak mengutamakan uang dalam memandang kekayaan.

Sumber