Beda Kesemutan Normal dan Kesemutan Gangguan Saraf

(Foto: Thinkstock)

Jakarta, Kesemutan adalah gejala yang bisa dialami oleh siapa saja, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Tapi bagaimana membedakan kesemutan biasa dan kesemutan akibat gangguan saraf?

“Kalau kesemutan terjadi akibat duduk sila terlalu lama atau lengan tertekuk itu disebabkan oleh saraf yang mengalami penjepitan sementara dan biasanya akan hilang jika seseorang mengubah posisinya,” ujar dr Manfaluthy Hakin, SpS(K), MS dalam acara Kenali Neuropati dan Perhatikan Gejalanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

dr Luthy menuturkan kesemutan yang dialami itu bukan disebabkan oleh gangguan atau kerusakan saraf tapi hanya terjadi gangguan aliran darah. Biasanya jika seseorang mengalami kesemutan maka ia akan mengikat jempol kakinya dengan menggunakan karet.

“Sebenarnya tidak ada hubungannya, tapi biasanya orang akan mengubah posisi duduknya ketika akan mengikat dengan karet, dan kesemutan ini akan hilang jika seseorang mengubah posisinya,” ungkapnya.

Sementara itu jika kesemutan yang terjadi diakibatkan oleh gangguan hantaran saraf maka biasanya akan muncul secara spontan tanpa ada pemicu dan tidak hilang meski sudah mengubah posisi.

“Misalnya saat sedang beraktivitas atau diam lalu tiba-tiba kesemutan, gejalanya spontan dan nyeri terasa tanpa ada pemicu,” ujar dokter dari Departemen Neurologi FKUI/RSCM ini.

Kesemutan yang dialami karena gangguan saraf ini termasuk salah satu gejala dari neuropati yaitu istilah untuk kerusakan saraf yang bisa disebabkan oleh penyakit, trauma pada saraf, atau bisa juga akibat efek samping dari suatu penyakit sistemik.

“Kesemutan sebenarnya bisa menjadi tanda awal adanya gangguan saraf terutama yang terjadi secara spontan, tapi untuk mengetahui gangguan saraf yang mana maka harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu,” ujar dr Luthy. (ver/ir)

Sumber