Tingkatkan Daya Saing UKM, APINDO Gandeng Microsoft

Microsoft

Untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas pengusaha termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menjalin kerja sama dengan PT Microsoft Indonesia. APINDO meyakini bahwa teknologi informasi merupakan alat dan solusi kunci dalam peningkatan kemampuan perusahaan dan pebisnis Indonesia.

Jalinan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sofjan Wanandi, Ketua Umum APINDO mengatakan, dengan jumlah anggota yang dimiliki saat ini sedikitnya 14.000 perusahaan, pihaknya menyadari perlu adanya upaya pemberdayaan untuk mendorong potensi yang dimiliki oleh anggota perusahaan dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas perusahaan. Upaya pemberdayaan ini salah satunya dengan penggunaan teknologi informasi secara optimal sehingga bisa memberikan manfaat dalam hal produktivitas, efektivitas dan efisiensi kerja.

“Kami berharap dengan kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas pengusaha Indonesia termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bernaung dalam APINDO. Juga, dapat terciptanya pemberdayaan bagi segenap sumber daya APINDO” jelas Sofjan.

Melalui pemberdayaan dengan penggunaan teknologi informasi yang tepat, pihaknya berharap efektivitas dan efisiensi di perusahaan-perusahan anggota APINDO dapat meningkat signifikan, dari kondisi saat ini. “Tentunya hal ini secara langsung akan dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas perusahaan ketika harus berkompetisi baik di kancah lokal maupun di lingkup global,” Sofjan menambahkan.

Andreas Diantoro,Presiden Direktur PT Microsoft Indonesia juga menyambut antusiasme kerja sama antara pihaknya dengan APINDO. Menurutnya, pemberdayaan perusahaaan di bidang teknologi informasi secara tepat melalui update teknologi dan pelatihan dapat berkontribusi positif bagi perusahaan itu sendiri. “Microsoft Indonesia berkomitmen untuk turut serta meningkatkan daya saing dan produktivitas perusahaan-perusahaan Indonesia sehingga mampu bersaing secara sehat di dunia bisnis internasional. Kekuatan entrepreneurship yang kuat merupakan modal dasar ekonomi Indonesia untuk bisa berkembang lebih jauh.,” ungkap Andreas. (Ario Fajar/EVA)

Sumber