Firman Nugraha dan Putra Setia Utama

TeknoJurnal.com menjadi salah satu produk start-up, menjembatani antara perusahaan asing dengan developer lokal.

Ketika banyak start-up berguguran oleh seleksi alam, Tekno Jurnal justru semakin diakui keberadaannya. Tak sedikit perusahaan monile asing yang tanpa canggung memanfaatkan jasa Tekno Jurnal dan teken kontrak ratusan juta rupiah. Itulah sebabnya kedua co-founder Tekno Jurnal akhirnya hengkang sebagai pegawai kantoran, dan fokus mengurus bisnis start-up mereka.

Di kalangan developer, nama Tekno Jurnal tentu sudah tak asing lagi. Digawangi Firman Nugraha dan Putra Setia Utama, Tekno Jurnal menjadi salah satu produk start-up yang melenggang tanpa lawan. Konsep awal Tekno Jurnal sangat sederhana. Ia mengkombinasikan konsep Tech Crunch Engadget, Gigaom, Theverge, dan Daily Social dengan menyesuaikan karakter pembacanya di Indonesia.

Awalnya, Tekno Jurnal merupakan sebuah media online yang jadi wadah Firman dan Putra untuk curhat dengan pembaca sesama developer.

“Bisa dibilang blog lah. Pas tengah-tengah coding, bosen, nulis-nulis dulu di Tekno Jurnal,” ungkap Firman kepada Reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas. Setiap hari Firman dan Putra melengkapi situs TeknoJurnal.com dengan informasi-informasi yang diperlukan developer nasional.

“Kita nggak tertarik ke mass market dengan model breaking news. Itu bagiannya detikinet sama kompas tekno lah,” jelas Firman. Pria jebolan Politeknik Negeri Jakarta tersebut juga menjelaskan, ketika ada launching suatu produk gadget, Tekno Jurnal mengabarkan produk tersebut namun lebih fokus pada bagaimana seorang developer bisa memanfaatkan kelebihan dan kekurangan produk untuk mengembangkan aplikasi tertentu.

Ketika hampir seluruh dunia heboh dengan banyaknya start-up baru yang bermunculan, Tekno Jurnal pun sempat latah. Saat start-up mulai berguguran, Tekno Jurnal akhirnya kembali ke konsep awal seraya mengedukasi pembaca tentang membangun bisnis start-up.

“Biasanya start-up punya ide begini, aplikasi ini, tapi bisnis modelnya nihil. Ketika ditanya sumber pendanaan, jawabannya klasik: iklan dan investor. Ternyata kenyataannya tidak semudah itu.”

Banyaknya start-up yang berguguran kemudian menginspirasi Firman dan Putra untuk berbagi ilmu bisnis. Mereka ingin start-up tidak hanya mampu unjuk gigi di hadapan dewan venture, tapi juga memiliki konsep bisnis yang jelas dan realistis. Pada akhirnya, Firman pun menyarankan agar tidak terlalu mengikuti hype.

Meski populer sebagai media online, Firmal mengaku perolehannya dari iklan di Tekno Jurnal sangat kecil. Apalagi ia tak bisa mengandalkan iklan untuk menopang operasional Tekno Jurnal. Ranah bisnis Tekno Jurnal pun diperluas. Tak hanya mengupdate informasi untuk developer, Tekno Jurnal juga menjadi penghubung antara perusahaan IT asing dengan developer lokal. Mereka bahkan telah menandatangani kontrak bernilai ratusan juta rupiah dengan suatu vendor untuk mengembangkan developer lokal.

“Dari situ kita lihat peluang bisnis yang besar, makanya kita berani keluar dari pekerjaan sebelumnya. Apalagi modal kita kecil banget, cuma untuk hosting dan domain sekitar Rp 500 ribu per tahun.” ungkap Firman yang sempat bekerja di Nexian dan Six Reps sebelum akhirnya fokus mengembangkan Tekno Jurnal.

Dengan page view 1300 per hari dan ribuan unique visitor, Tekno Jurnal tak lagi mengejar kuantitas pengunjung. “Yang penting informasi kita mengena ke developer,”. Firman dan Putra pun kian disibukkan dengan pertemuan-pertemuan bersama developer lokal dan perusahaan asing.

“Ada yang bilang kita semacam agen, makelar, macem-macem lah. Tapi kalau menurut saya Tekno Jurnal jadi semacam jembatan antara perusahaan asing dengan developer lokal”.

Firman berharap banyak developer lokal yang terserap perusahaan sesuai keahliannya. “Miris juga waktu ketemu teman developer, sempat punya start-up juga, tapi kemudian malah kerja di bidang properti,” kenangnya.

Rencananya, pertengahan tahun ini Tekno Jurnal akan dikukuhkan menjadi sebuah kewirausahaan berbadan hukum. Hal tersebut diakui Firman untuk mempermudah kerjasama dengan perusahaan asing yang telah menjadi kliennya secara legal.

Sumber