Ananda Siregar

Tahan Sakit, Sukses Mengembangkan Blitz Megaplex

Ananda Siregar pemilik Blitz Megaplex dan Mark Wang, direktur GEPI

Sejak entrepreneurship ramai digalakkan, banyak pebisnis muda dan pemula bermunculan. Bersamaan dengan tren tersebut, malaikat investor pun berdatangan. Mereka jadi rebutan anak muda yang bermimpi sukses dan kaya raya. Tak ada yang salah dengan mimpi tersebut. Namun kesuksesan bukan datang dari malaikat investor melainkan dari kekuatan dalam diri mereka untuk terus berusaha dan kebal dengan sakitnya kegagalan.

“Yang tahan sakit yang menang,” ujar Ananda Siregar. Pria yang sukses dengan bisnis bioskop Blitz Megaplex mengatakan hal tersebut kepada reporter SWA Online di Pad @28, salah satu cafe miliknya.

Ananda merupakan salah satu penggagas Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI). Bersama 12 pendiri lainnya, ia ingin persentase minimum entrepreneur di Indonesia terpenuhi yaitu sekitar dua persen. Menurutnya, persentase tersebut sedikit sulit terpenuhi lantaran belum adanya mindset entrepreneurship di kalangan anak muda.

“Biasanya lulus kuliah tujuannya cari kerja, jadi PNS, bekerja di perusahaan multinasional atau top swasta, banyak juga yang jadi dosen,” ujar Ananda. Tidak ada yang salah dari keinginan dan pekerjaan tersebut. Sayangnya, lowongan pekerjaan di Indonesia justru semakin kecil.

Indonesia butuh entrepreneur muda, meskipun jalannya tak mudah. Ketika entrepreneur makin marak digalakkan, tak sedikit yang latah berbisnis. Namun ternyata tak lebih dari 20% pebisnis pemula yang berhasil. Umumnya bisnis mereka berguguran lantaran tidak kuat dengam jatuh-bangun dunia entrepreneurship.

“Mereka dapat pain, terus stress. Makanya yang tahan sakit lebih lama ya yang menang,” katanya. Berlaga di kancah entrepreneurship memang tak mudah. Klien yang menunggak bayaran, sementara karyawan harus dibayar, belum lagi jadi korban penipuan. Menjadi seorang entrepreneur terkadang juga harus menabrak teori ekonomi. “Misalnya kalau ada tender, prakteknya utang dulu biar menang.”

Menurut Ananda, untuk menjadi seorang enterpreneur sukses memang harus memiliki toleransi tinggi terhadap sakitnya kegagalan. Selain itu diperlukan pula fokus dan energi. Itulah mengapa Ananda sangat menyarankan untuk memulai bisnis sejak usia muda. (Tika Widyaningtyas/EVA)

Sumber