Situs Candi Muara Jambi Diusul Jadi Warisan Budaya Dunia

Candi Muara Jambi. [gogole]

[PALEMBANG] Pemerintah kini tengah menanti keputusan UNESCO terhadap usulan situs Candi Muaro Jambi di Provinsi Jambi menjadi salah satu warisan budaya dunia.

“Pemerintah sudah mengusulkan secara resmi ke UNESCO, ” kata Nurhadi Rangkuti Kepala Balai Arkeologi Palembang, Kamis (24/5).

Menurut Nurhadi, pemerintah sudah mengusulkan ke UNESCO sejak dua atau tiga tahun lalu. Sampai kini di kawasan itu terus dilakukan penelitian dan penggalian.

Untuk menjadi salah satu warisan budaya dunia, situs Candi Muara Jambi yang terletak sekitar 40 km dari kota Jambi tersebut menurut Kepala Balai Arkeologi Palembang, sangat dimungkin.

“Salah satu syarat untuk bisa ditetapkan sebagai situs warisan dunia adalah adanya nilai penting dan luar biasa di kawasan itu,” tambahnya.

Nurhadi Rangkuti menggambar, situs Candi Muara Jambi yang membentang di tepi sungai Batanghari tersebut luasnya mencapai 12 km persegi sepanjang 7,5 km.

“Dari hasil rekaman dengan GPS di kawsan itu tersebar sekitar lebih dari 70 bangunan bata atau manapo. Persebaran bangunan-bangunan bata memanjang sepanjang kurang lebih tujuh kilometer mengikuti aliran sungai Batanghari,” katanya.

“Sekarang di situs Muara Jambi seiring dengan penelitian, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jambi melakukan pemugaran dan perlindungan terhadap situs Muara Jambi,” kata Nurhadi.

Balai Arkeologi Palembang kin telah mendata, sampai saat ini telah ditampakkan sebanyak 12 komplek bangunan candi dari bata di situs Candi Muara Jambi.

Di antaranya adalah Candi Kotamahligai, Candi Kedaton, Candi Gedung I, Candi Gedung II, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Astano, Manapo Cina, Candi Teluk I, Candi Kembarbatu, dan Candi sialang.

“Sebagian besar candi yang ditampakkan itu dulunya adalah manapo atau gundukan tanah yang mengandung struktur bata. Sampai sekarang, masih terdapay lebih dari 60 manapo yang belum dikpuas,” kata Nurhadi.

Sementara itu mengenai informasi penetapan Pagaralam sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh Unesco yang tersebar di media massa, Kepala balai Arkeologi Palembang mengaku belum mengetahuinya.

“Memang sempat ada di situs media online menyebutkan itu. Tapi setahu kami di Balai Arkeologi belum ada usulan menetapkan Pagaralam sebagai warisan budaya dunia oleh pemerintah ke UNESCO. Kalau pun ada usula itu maka cakupan situs tersebut tidak hanya ada di Pagaralam, tetapi juga di Kabupaten Lahat dan Empat Lawang,” ujarnya.[133]

Sumber