Kemiripan Gunung Padang Cianjur dan Cilacap

Material yang sama, kolom-kolom batu, juga teknik kuncian.

VIVAnews — Nama dua situs itu sama: Gunung Padang. Bentuknya pun serupa, mirip piramida atau punden berundak. Namun jarak memisahkan keduanya, satu di Cianjur, Jawa Barat dan lainnya di Cilacap, Jawa Tengah.

Gunung Padang di Cianjur sudah jadi isu nasional, setelah Tim Katastropik Purba mengungkapnya ke publik. Eskavasi gunung yang diduga situs megalitikum itu bahkan telah dipresentasikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang akhirnya memberi restu. Sementara, Gunung Padang Cilacap baru terungkap luas ke publik akhir-akhir ini.

Saat dimintai tanggapan soal “piramida” Cilacap, Ketua Tim Penelitan Gunung Padang, Danny Hilman Natawijaya mengaku tertarik. “Sangat menarik, tapi kami belum ke sana,” kata dia saat dihubungi VIVAnews, Senin 28 Mei 2012.

Danny mengakui, ia baru mendapatkan informasi dari media massa mengenai keberadaan Gunung Padang Cilacap. Namun, dari sana, ada benang merah yang menghubungkannya dengan situs Cianjur.

“Ada bagian-bagian foto yang mirip Gunung Padang. Material sama, kolom-kolom batu, juga teknik kunciannya,” kata ahli kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu. Dimensi dan kolom bebatuannya juga serupa.

Tim katastorpik purba, Danny menambahkan, akan menuju ke Cilacap untuk melihat lebih dekat struktur batu di sana. “Pasti, tapi mungkin dalam waktu dekat belum, karena kami masih sibuk di Cianjur. Masih kegiatan lapangan, penggalian,” kata dia.

Untuk Gunung Padang di Cianjur, ada indikasi bangunan yang tertimbun, atau sengaja ditimbun. “Masih misterius,” kata dia. Diduga ada dua peradaban di sana.

Sementara, Gunung Padang di Cilacap harus diteliti lebih jauh, apakah itu fenomena alam atau bangunan buatan manusia. Juga untuk mengetahui usia batuan. “Harus dilakukan penelitian kepurbakalaan, jika tidak, bisa saja itu batuan di tahun 1960-an ditumpuk begitu saja.”

Danny menambahkan, meski belum diberi status cagar budaya yang dilindungi, ia meminta masyarakat tidak merusak jejak budaya atau peradaban yang ada.

Seperti diketahui, Gunung Padang Cilacap ditemukan di di pelosok kawasan pegunungan Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.

Balok-balok batu granit yang terpahat rapi disusun teratur, rebah memajang ke arah timur. Ada batu segi empat, segi lima, dan segi enam. Rata-rata satu balok memiliki panjang 3 sampai 4 meter. Tinggi tumpukan batu sekitar 30 meter. Sebagian struktur tertimbun tanah.

Pembuatnya, entah siapa, dipastikan menguasai teknologi maju. Salah buktinya, teknik kuncian batu yang bentuknya mirip tetris.

Sumber