Tizen, Sistem Operasi Mobile Baru yang Mulai Menggeliat

Tahun lalu saya pernah menulis tentang munculnya sistem operasi mobile Tizen sebagai pengganti Meego yang kini Meego sudah “dikuburkan”. Nah, kini beberapa bulan setelah Meego ditinggalkan dan beberapa perusahaan mulai fokus ke pengembangan Tizen seperti Samsung dan Intel, Tizen kini sudah mencapai versi pertamanya dan handphone berbasis Tizen pun sudah muncul.

Tampilan antar muka Tizen sekilas mirip dengan Android ketika Android masih di awal-awal. Berikut adalah screenshot tampilan antar muka Tizen yang saya dapatkan dari situs Engadget:

Secara personal, melihat tampilan antar muka Tizen di atas saya melihat kualitasnya masih kalah dibanding dengan iOS dan Android yang kini semakin banyak penggunanya di dunia. Namun begitu, mungkin nanti ketika Tizen sudah diimplementasikan ke handphone yang dirilis secara komersil ke publik tampilannya akan berbeda.

Untuk handphone-nya, Samsung bulan Mei lalu telah memperlihatkan prototype handphone yang menggunakan sistem operasi Tizen. Prototype handphone berbasis Tizen dari Samsung ini memiliki spesifikasi yang setara dengan smartphone mid-end yang sudah beredar saat ini. Beberapa spesifikasinya di antaranya adalah: layar 4.65″ Super AMOLED, prosesor Cortex A9 1.2GHz, 1GB RAM, 16GB hard drive, kamera belakang 8MP, kamera depan 2MP, micro USB, WiFi, dan GPS seperti yang dikutip dari TizenTalk.

Pembaca bisa melihat video hands-on di bawah ini untuk melihat secara detail seperti apa handphone prototype berbasis Tizen dari Samsung ini. Perlu diingat bahwa ini adalah versi prototype dan jika Samsung nanti benar akan merilis handphone berbasis Tizen ke konsumen, tampilan handphone-nya kemungkinan besar akan berbeda.

Selain handphone prototype berbasis Tizen dari Samsung ini, Deok Cohoi, EVP dari Tizen Technical Steering Group, beberapa waktu lalu memperlihatkan beberapa fitur di Tizen menggunakan sebuah handphone yang mirip dengan Samsung Galaxy S II HD LTE.

Yang menarik lagi tentang Tizen adalah dikabarkan bahwa Tizen dapat menjalankan aplikasi Android. Modelnya mirip dengan dapat dijalankannya aplikasi Android di BlackBerry Playbook. Hal ini dilakukan mungkin untuk memperbanyak konten yang dapat dijalankan di perangkat berbasis Tizen nantinya karena sudah tentu berhubung Tizen masih baru kontennya pun masih sedikit.

Untuk para pengembang aplikasi, bulan lalu tepatnya tanggal 7-9 Mei 2012 telah dilaksanakan konferensi untuk para pengembang aplikasi tentang Tizen, yaitu Tizen Developer Conference. Hal ini menunjukkan orang-orang yang berada di belakang Tizen semakin serius terhadap ekosistem platform Tizen untuk sisi pengembang aplikasi. Tizen juga sudah mempunyai situs web dengan konten yang cukup lengkap untuk para pengembang aplikasi di developer.tizen.org.

Di Indonesia sendiri sudah mulai terlihat geliat Tizen, hal ini bisa dilihat dengan adanya situs web TizenIndonesia serta Facebook Page-nya. Namun, situs web dan Facebook Page tersebut sepertinya bukan resmi dari Tizen itu sendiri melainkan dari komunitas Tizen di Indonesia.

Dengan perkembangan terbaru dari Tizen ini, pertanyaan yang muncul adalah kapan Tizen akan mulai diimplementasikan secara publik dan komersil? Saya sendiri tidak tahun namun melihat Samsung adalah salah satu perusahaan dibalik Tizen, kemungkinan besar Samsung akan menjadi vendor handphone pertama yang akan merilis handphone berbasis Tizen untuk komersil. Namun begitu, saat ini Samsung sepertinya masih “klop” dengan Android dan mungkin masih harus menunggu beberapa waktu untuk melihat handphone Tizen komersil dari Samsung, prediksi saya antara akhir tahun ini atau mungkin tahun depan.

Sumber