Sepuluh Spesies Baru Versi Ilmuwan Dunia

Sepuluh spesies baru versi ilmuwan dunia. (www.asunews.asu.edu)

Jakarta (ANTARA News) – Para ilmuwan dari berbagai belahan dunia berkumpul di Arizona State University (ASU) Amerika Serikat untuk memilih 10 spesies baru yang ditemukan sepanjang 2011.

“Kesepuluh spesies itu menunjukkan krisis biodiversitas, penjelajah spesies tanpa-tanda-jasa, dan museum-museum yang melanjutkan tradisi pencarian dan penjelasan flora, fauna, dan mikroba selama 250 tahun,” kata Kepala International Institute for Species Exploration ASU, Quentin Wheeler, dalam siaran resmi kampus Arizona itu.

Sepuluh spesies baru itu adalah:

Pertama, monyet bersin atau Rhinopithecus strykeri yang ditemukan oleh Jon Stryker di Myanmar. Monyet dengan dominasi bulu hitam tersebut akan bersin manakala hujan.

Spesies ke-2 ubur-ubur kotak, Tamoya ohboya, yang memiliki bentuk tubuh mirip layang-layang kotak dengan ekor penuh racun berwarna-warni. Nama ohboya disematkan untuk spesies itu dengan anggapan jika seseorang terkena racun akan berteriak “Oh boy!”

Ketiga adalah cacing setan, Halicephalobus mephisto, yang ditemukan di kedalaman 1,3 kilometer kawasan tambang emas Afrika Selatan. Cacing setan merupakan nematoda terkecil dengan ukuran tubuh sekitar 0,5 milimeter yang hidup di dalam tanah bertekanan dan suhu tinggi (37 derajat celcius).

Spesies berikutnya, ke-4, adalah anggrek malam dari Papua Nugini. Anggrek dengan nama Bulbophyllum nocturnum itu dijuluki penguntit malam karena mekar hanya pada malam hari, sekitar pukul 22.00, dan menguncup pada pagi hari.

Kelima, tawon parasit. Spesies dengan nama Kollasmosoma sentum itu berukuran sekitar satu sentimeter. Semut merupakan mangsa utama tawon yang ditemukan di Madrid, Spanyol, itu. Tawon parasit menyerang dengan cara mengeluarkan telur dengan kecepatan 1/20 detik dari udara seperti pesawat pengebom.

Berikutnya adalah jamur kotak SpongeBob. Julukan bagi spesies asal Malaysia ini adalah SpongeBob SquarePants, seperti tokoh kartun, karena penampilannya lebih menyerupai spons dibanding jamur pada umumnya. Cendawan beraroma buah itu juga mampu mengembangkan dan mengempiskan tubuh layaknya spons.

Spesies baru ke-7 yaitu bunga poppy Nepal, Meconopsis autumnails yang berhabitat daerah pegunungan. Bunga berwarna kuning itu mekar pada musim gugur. Spesies ini pernah diketemukan sebelumnya, tapi belum dikenali.

Kaki seribu raksasa adalah spesies baru berikutnya. Spesies bernama Crurifarcimen vagans terbaru itu memiliki panjang tubuh 16 sentimeter berbeda dengan ukuran umumnya sekitar 1,5 sentimeter. Spesies itu ditemukan di Pegunungan Timur Tanzania.

Spesies unik kesembilan adalah kaktus berjalan, Diania cactiformis. Meski tampak seperti kaktus berjalan pada pandangan pertama, spesies itu pada dasarnya merupakan hewan, kelompok Lobopodia. Fosil hewan berumur 520 juta tahun lalu yang ditemukan barat daya China itu juga tampak seperti tubuh cacing dengan berpasang-pasang kaki.

Terakhir, tarantula Sazima. Tarantula asal Brazil itu dijuluki ‘hewan mendebarkan yang indah’ karena berambut biru. Pterinopelma sazima merupakan nama asli tarantula yang hidup di ekosistem kawasan puncak gunung itu.

“Semakin banyak spesies yang kami temukan, semakin menakjubkan lingkungan untuk dibuktikan dan semakin baik pula kita menyiapkan untuk menghadapi perubahan-perubahan lingkungan,” kata Wheeler. (I026)

Sumber