Cuma 10 Macan Tutul Jawa di Baluran

Helly, seekor induk macan tutul jawa (Phantera pardus melas/java leopard) menyusui bayinya yang baru berusia 23 hari di kandang karantina Taman Safari Indonesia (TSI) Prigen Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Di habitatnya, populasi kucing besar ini diperkirakan cuma 10 saja (FOTO ANTARA/Musyawir)

Surabaya (ANTARA News) – Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, kini diperkirakan paling banyak cuma 10 saja.

“Saya berhasil memotretnya pada 18 Februari lalu dan foto itu merupakan pertama kalinya setelah 22 tahun,” kata fotografer margasatwa asal Gresik, Nurdin Razak, di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela persiapan pameran foto bertajuk Surabaya Wildlife Photo di Galeri Seni House of Sampoerna, Surabaya, 26 Mei-17 Juni.

Menurut dosen D3 Jurusan Pariwisata Universitas Airlangga Surabaya itu, macan tutul jawa itu dibidik pada Sabtu dini hari (18/2) dalam posisi berhadapan dengan dirinya.

“Kalau dia meloncat dan menerkam, maka saya sudah tidak ada lagi di dunia ini, ya itu risiko, tapi saya tetap bersyukur, karena paling tidak foto macan tutul jawa itu ada,” katanya.

Fotografer yang sudah menjelajah 33 taman nasional di Jawa dan Bali itu mengatakan Macan Tutul Jawa yang diabadikan itu memiliki panjang 1,8 meter dari ekor hingga kepala.

“Saya diperkirakan usianya 2,5 tahun dengan jenis kelamin jantan dengan warna orange kecokelatan perpaduan sport hitam. Saya menemukan dan membidiknya di sekitar area evergreen hutan Baluran atau 4,7 kilometer selatan Bekol,” katanya.

Ia mengaku berhasil mengabadikan dengan 10 jepretan menggunakan kamera foto yang tentu saja melalui proses penyamaran yang ekstra hati-hati. (*)

Editor: Ade Marboen

Sumber