Petualangan Seru dan Mendebarkan di Bumi Minangkabau

Arung Jeram Sungai Batang Tarusan (Foto: wisatamelayu)

LIBURAN menjadi sarana pelepas stres yang efektif. Ketika sebagian wisatawan memilih berlibur di tempat tenang sebagian lain justru mencari bentuk wisata pemacu adrenalin.

Bagi Anda penyuka wisata petualangan, Sumatera Barat mempunyai beberapa destinasi seru dan mendebarkan, seperti dilansir buku Informasi Pariwisata Nusantara dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Arung Jeram Sungai Batang Kuantan

Jika Anda penyuka olahraga yang menantang, Anda dapat mencoba arung jeram di Sungai Batang Kuantan Sawahlunto, Sijunjung. Sungai sepanjang 38 kilometer ini sangat asyik untuk diarungi.

Batu-batu besar yang mendominasi serta arus sungai yang deras dengan kecuraman ekstrem akan menjadi pengalaman menarik yang tidak mudah dilupakan. Jadi, jika berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mencoba berarung jeram di sungai ini.

Letak arung jeram Sungai Batang Kuantan terletak sekira 14 kilometer dari Terminal Muaro Sijunjung dengan kendaraan umum.

Paralayang di Puncak Lawang

Puncak Lawang terletak di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Tempat ini sudah beberapa kali menjadi tuan rumah ajang festival para pilot paralayang untuk beratraksi di udara.

Sambil terbang di udara menggunakan parasut, wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang berada di bawah. Pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat melayang bergantung di tali paraglider. Menikmati paralayang di Puncak Lawang menjadi hiburan yang menyenangkan. Selain memacu adrenalin, Anda pun disuguhi pemandangan menawan Danau Maninjau.

Paralayang di Puncak Lawang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk akses transportasinya, Padang-Bukittinggi ditempuh selama dua jam dengan mobil. Perjalanan dilanjutkan dari Bukittinggi-Danau Maninjau sekira 40 menit dan Danau Maninjau-Puncak Lawang ditempuh kurang dari 30 menit.

Arung Jeram Sungai Batang Tarusan

Sungai ini terlihat jelas dari jalan lintas Padang-Painan yang berhulu dari Danau Diatas dan memiliki debit air relatif stabil meskipun di musim kemarau. Sungai ini sangat layak diarungi dengan tingkat kesulitan menengah (grade 2+ sampai 3). Namun di musim penghujan, tingkat kesulitannya akan bertambah, mencapai grade 4+.

Pengarungan biasanya dimulai dari Desa Taratak yang terletak sekira 20 menit dari jalan lintas dengan lama pengarungan 2-3 jam. Wisatawan yang telah berpengalaman dapat memulai pengarungan dari daerah hulu yang tentunya mempunyai jeram-jeram lebih menantang dan kemiringan lebih ekstrem.

Karakter sungai daerah hulu yang sempit juga menambah cepatnya arus sungai dan menghadirkan jeram-jeram besar serta turunannya yang dapat menyebabkan perahu terbalik apabila telat bermanuver.

Adrenalin akan dipacu habis-habiskan ketika melewati jeram-jeram Batang Tarusan. Sepanjang pengarungan, wisatawan akan disuguhi pemandangan indah khas perbukitan yang terasa asri dan cukup terjaga kelestariannya.

Hijaunya alam dipadu jernihnya air sungai serta ganasnya jeram tentu akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi wisatawan yang menyukai kegiatan petualangan. Transportasi yang lancer ke daeran inipun salah satu faktor pendukung untuk mengembangkan Batang Tarusan sebagai objek wisata petualangan. Perjalanan menuju titik start pengarungan dapat ditempuh selama 1,5-2 jam dari Kota Padang.

Terbang Layang di Carocok Painan (Foto: kaskus)

BERWISATA petualang, Anda akan menikmati pemandangan indah yang masih alami. Dan ketika teriakan keluar dari mulut, beban pikiran pun seperti lepas.

Berlibur ke Sumatera Barat memang lebih asyik berburu kuliner khasnya. Namun, Negeri Malinkundang ini juga menyimpan banyak kekayaan alam yang seru dan mendebarkan bagi wisatawan. Beberapa di antaranya, seperti dilansir buku Informasi Pariwisata Nusantara dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Gua Ngalau Indah

Ngalau Indah adalah namas sebuah gua yang terdapat di Kabupaten Payakumbuh. Di dalam gua terdapat stalaktit dan stalagmite yang terbentuk dari proses endapan kapur yang berlangsung ratusan tahun lalu. Kedua batu tersebut mempunyai ukiran yang beraneka rupa dengan ornamen-ornamen menakjubkan.

Dari atas perbukitan Ngalau, Anda dapat menikmati keindahan Kota Payakumbuh. Pemandangan sekitar Ngalau pun tak kalah indah. Memasuki Ngalau, Anda akan disambut dengan sebuah ukiran batu berbentuk gajah.

Di dalam Ngalau pun Anda akan disuguhi berbagai ukiran batu. Di bagian Ngalau yang lain terdapat batu tira berwarna putih. Jika terkena sorotan cahaya lampu, batu itu akan memantulkan cahaya kemilau yang indah.

Terbang Layang di Carocok Painan

Setiap Juli, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar acara Internasional Olahraga Terbang Layang di Carocok, Painan. Painan berada sekira 54 kilometer dari Kota Padang. Daerah ini merupakan kawasan pantai dengan pesona pemandangan alamnya yang putih dan mempesona, lebih alami daripada pantai-pantai yang ada di Bali dan belum tergarap optimal.

Pacu Kuda di Bukittinggi

Setiap Juli, Bukittinggi menjadi tuan rumah lomba pacu kuda. Pacu kuda merupakan olahraga tradisional terpopuler di Sumatera Barat. Setiap kuda dilombakan mewakili daerah asalnya. Jokinya pun memakai pakaian dengan warna tertentu yang melambangkan daerah asal.

Ngalau Kamanga

Ngalau Kamanga adalah sebuah gua sepanjang 1.500 meter yang terletak 15 kilometer arah Timur Laut Kota Bukittinggi. Di gua ini terdapat stalaktit dan stalagmit serta sebuah danau dengan airnya yang jernih. Dahulunya, gua ini dijadikan perlindungan bagi para pejuang ketika bergerilya melawan Belanda pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Gua Hutan Sikafir

Gua Hutan Sikafir terletak di perbatasan antara Sumatera Barat dan Riau, tepatnya sekira 1 kilometer dari Sumber Air Panas Pawan. Ketika memasuki daerah ini, Anda akan menjumpai hutan dengan kayu-kayu besar oleh urat-urat kayu hawa (sulur).

Di kawasan hutan seluas 6 hektare ini terdapat 41 gua besar dan kecil. Gua-gua ini memiliki nama sesuai dengan kondisi guanya, misal dinamakan Gua Landak karena gua ini seperti sarang landak.

Gua-gua ini sangat menantang untuk dijelajahi dalamnya. Jika mengunjungi gua ini, Anda tidak perlu khawatir tersesat karena ada pemandu wisata yang siap melayani Anda menjelajahi gua ini.

Untuk akses transportasi, perjalanan dari Pekanbaru-Pasirpengaraian-Gua Hutan Sikafir yang ditempuh sekira 190 kilometer menggunakan bus atau kendaraan umum lainnya. (ftr)

Sumber 1 dan Sumber 2