Meramu hobi jadi hoki

JAKARTA. Novita sudah lama ingin memiliki usaha sendiri. Bahkan, ia telah memiliki dana yang cukup untuk memulai bisnis sendiri meski nilainya tidak besar. Wanita yang bekerja di sebuah perusahaan perdagangan umum ini pun sudah menetapkan bahwa ia akan membuka toko online.

Yang menjadi masalah, sampai sekarang, Novita masih tidak tahu produk apa yang mau ia tawarkan. Ia sempat mempertimbangkan beberapa jenis bisnis yang dirasa menarik, mulai dari jualan barang hingga jasa. Namun, ia tidak yakin bisa menjalankan bisnis tersebut.

Novita bukan orang satu-satunya yang kebingungan dalam menentukan bisnis apa yang akan dijalankannya. Banyak orang yang bingung memutuskan bisnis apa yang sebaiknya dia jalankan. Masalahnya, kalau asal menjalankan bisnis, bisa-bisa bisnisnya malah gagal.

Mencari ide bisnis yang bisa dijalankan memang susah-susah gampang. Menurut para pelaku bisnis yang sudah mapan, ide bisnis bisa ditemukan di sekitar Anda. “Ide berbisnis itu bisa dari hobi, kemampuan, atau pengalaman,” kata Yudhi Dwinanto, Direktur Utama Kraukk Indonesia, pengelola http://www.kraukk.com.

Berikut sumber yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk menentukan ide dan model bisnis.

Hobi

Kalau Anda kebetulan menekuni hobi yang produktif, kenapa tidak sekalian mencoba membisniskan hobi Anda tersebut? Selain mempermudah Anda dalam memulai bisnis, tentunya, Anda otomatis sudah mengerti seluk-beluk bisnis yang akan dilakoni.

Dengar saja kisah Elyufial Persansa Dien, pendiri toko kamera online http://www.daldigital.net. Pria yang akrab disapa Elyudien ini memilih menekuni bisnis ini lantaran ia sendiri memiliki hobi fotografi.

Elyudien mendapatkan ide membuka toko online yang menjual peralatan dan aksesori fotografi setelah ia kerap mengalami kesulitan mencari aksesori untuk keperluan fotografi. “Lama-lama, saya kepikiran kenapa enggak buka toko sendiri saja,” kenang dia.

Pada 2007 silam, ia mulai menjajakan alat-alat fotografi melalui online. “Saya pilih online karena pehobi fotografi itu tersebar di seluruh Indonesia,” tutur Elyudien. Di 2008, pria ini resmi membuka toko http://www.daldigital.net.

Selain hobi fotografi, Elyudien juga hobi jalan-jalan. Bela kangan, ia juga membisniskan hobinya yang satu ini. Ia membuka http://www.daladventure.com, toko online yang melayani paket wisata petualangan.

Kelebihan menjalankan bisnis yang dimulai dari hobi, si pebisnis jadi lebih tahan banting dan bisa menjalankan bisnis ini dengan passion. “Kalau bisnis dari hobi, sepahit apa pun bisa kita telan,” tutur Elyudien.

Keahlian

Menekuni bisnis berdasarkan keahlian yang Anda miliki bisa menjadi satu alternatif lain. Contoh gampangnya, kalau Anda mengerti seluk-beluk kendaraan bermotor dan piawai mengutak-atik mesin, Anda bisa mencoba membuka bengkel.

Anda tidak harus memiliki keahlian sendiri, lo. Kalau Anda mengenal orang lain yang memiliki keahlian yang bisa dikembangkan menjadi bisnis, Anda bisa mengajak orang tersebut mengembangkan bisnis bersama-sama.

Hal tersebut dilakukan oleh Yudhi ketika merintis http://www.kraukk.com, yang menjual makanan seafood olahan. Yudhi mendapat ide memulai bisnis ini setelah menjajal udang tempura olahan salah seorang temannya. Lantaran rasanya yang enak, pria berstatus sarjana hukum ini pun memutuskan untuk menjajakan produk temannya tersebut.

Dengan menekuni bisnis sesuai keahlian yang dimiliki, Anda bisa membuat produk atau jasa yang berkualitas. Ini salah satu kunci keberhasilan. Lihat saja yang dialami Yudhi. Produk olahan seafood yang dijajakan Yudhi laris manis.

Buktinya, awalnya Yudhi hanya memasarkan satu produk, yakni udang tempura. Kini, kraukk.com sudah memiliki 22 jenis produk. “Sekarang dalam seminggu, kami bisa menjual sekitar 100 kilogram dari berbagai jenis,” tutur Yudhi.

Pengamatan dan pengalaman

Sudah jamak diketahui, kita bisa mengamati kondisi di sekitar untuk menemukan ide berbisnis. Ambil contoh kisah Bagus Utama, pendiri situs http://www.rajakarcis.com. Pria yang pernah bekerja di perusahaan teknologi informasi ini mendapat ide memulai bisnis penjualan tiket secara online lantaran melihat di Indonesia masih belum ada ticket box yang melayani penjualan secara online.

Padahal di Malaysia, Filipina, dan Singapura, bisnis serupa sudah berkembang. Bagus pun memanfaatkan peluang ini untuk menggarap bisnis ticket box secara online.

Harus memiliki nilai tambah

Tentu saja, sekadar menemukan ide dan model bisnis yang cocok dengan Anda tidak lantas membuat bisnis Anda sukses. Ada beberapa hal lain yang harus perhatikan bila ingin memulai bisnis online. Pertama, setelah menentukan bisnis apa yang akan Anda jalankan, Anda tetap harus mempelajari potensi pangsa pasar bisnis yang akan Anda jalankan. “Pastikan pasarnya ada,” saran Elyudien.

Dari situ, Anda nanti juga bisa mengenali karakter pasar yang Anda incar. Setelah itu, Anda bisa menentukan, bagaimana dan lewat media apa sebaiknya Anda memasarkan produk atau layanan Anda.

Kedua, bisnis online yang Anda jalankan harus unik dan memiliki nilai tambah. “Bisnis online bisa berjalan kalau produk memiliki keunikan dan nilai tambah,” papar Amir Karamoy, pengamat wirausaha serta Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI).

Keunikan dan nilai tambah ini bukan cuma bisa ditambahkan pada produk, lo. Kalaupun produk yang Anda jajakan terbilang generik, Anda bisa memberikan nilai tambah melalui layanan Anda.

Ambil contoh Kraukk.com. Toko online yang memajang slogan ‘Seafoodnya Indonesia’ ini menawarkan layanan antar gratis pada pelanggan di Jabotabek. “Kami membuat kemasan khusus untuk menjaga agar produk tetap beku bila dikirim ke luar kota,” ujar Yudhi.

Beda lagi dengan Daldigital.net. Menurut Elyudien, ia memberi nilai tambah dengan cara memberikan konsultasi kepada pelanggan yang ingin membeli produk untuk keperluan fotografi, gratis. “Kebetulan saya hobi fotografi, jadi saya punya pengetahuan di bidang ini,” jelasnya.

Ketiga, ada baiknya Anda mengasah kemampuan bisnis Anda. Jangan lupa, setiap bisnis memiliki karakter yang berbeda. Dengan memantapkan kemampuan pemasaran, Anda akan lebih mudah memasarkan produk atau layanan yang ditawarkan, meskipun bisnis yang Anda lakoni sesuai dengan ide dan kemampuan Anda.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memantapkan pengetahuan pemasaran. “Bisa dengan mengikuti seminar atau kelas bisnis dan pemasaran,” kata Amir mencontohkan. Selain itu, Anda juga bisa belajar dari buku-buku bisnis dan pemasaran.

Yang paling penting untuk diingat, Anda harus mampu menjaga kepercayaan pelanggan. “Mendirikan bisnis online itu harus sabar dan harus bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen,” tegas Elyudien. Sudah siap berbisnis?

Sumber