Tips Wisata Sejarah

KOMPAS/LASTI KURNIA
Serombongan anak-anak bermain sambil memanjat salah satu tank, koleksi Museum Satria Mandala, Jakarta, Minggu (5/10/2008).

KOMPAS.com – Konon, wisata sejarah identik dengan kegiatan yang membosankan. Namun, bagi penggemar sejarah, wisata sejarah tak sekadar pelesir dan melancong untuk kesenangan ke tempat-tempat bersejarah, tetapi juga belajar sejarah itu sendiri.

Lagi pula, tempat atau benda mana yang tidak memiliki cerita di belakangnya. Setiap hal yang telah lalu memang telah menjadi bagian sejarah. Bahkan ada yang pernah membuat pameran barang-barang rongsokan. Salah satu yang dipamerkan adalah jangkar dari masa VOC.

Dulunya, barang-barang yang dipamerkan dianggap sebagai sampah. Namun kini, setiap benda tersebut memiliki cerita dan nilai historisnya.

Nah, jika akhir pekan ini Anda tak punya agenda pelesiran, urungkan niat Anda dan lakukan wisata sejarah. Beruntung jika Anda tinggal di kota-kota besar di Indonesia, biasanya terdapat banyak museum yang bisa Anda kunjungi.

Bagaimana jika tidak tinggal di kota dengan banyak museum? Tenang saja, Indonesia kaya akan budaya yang diwariskan secara turun temurun dan sejarah yang kental. Berikut tips untuk merancang wisata sejarah yang menyenangkan.

Menelusuri jejak tokoh bersejarah. Setiap daerah di Indonesia memiliki tokoh sejarah atau bahkan pahlawan nasional. Coba telusuri jejak pahlawan nasional dari daerah Anda. Misalnya rumah yang ia pernah tempati sampai tempat ia dimakamkan.

Mengunjungi nol kilometer di kota Anda. Di manakah nol kilometer di kota Anda? Nah, cari tahu letak persis nol kilometer di kota tempat Anda tinggal. Anda bisa mencari tahu melalui literatur sejarah. Lalu kunjungi lokasi tersebut.

Mengunjungi kuburan tua. Kuburan tua identik dengan suasana menyeramkan. Hilangkan pikiran ini dan jelajahi kuburan-kuburan tua. Seperti di TPU Petamburan, Jakarta, terdapat musoleum seorang tokoh China yang terkenal kaya dan kuburan orang-orang Belanda keturunan Yahudi.

Di Jawa Barat bahkan terdapat kuburan tentara Nazi, Jerman. Atau, di Makassar terdapat makam Pangeran Diponegoro. Anda akan menemukan tokoh-tokoh bersejarah jika pintar-pintar mencari tahu kuburan tua mana yang menyimpan sepenggal sejarah berhubungan dengan masa-masa penjajahan dan kemerdekaan Indonesia.

Jangan asal main masuk kuburan. Tetapi cobalah meminta izin ke pihak penjaga makam. Anda pun jadi bisa mendengar sedikit cerita di balik kuburan-kuburan tersebut.

Makan di restoran bersejarah. Restoran atau rumah makan di Indonesia banyak yang sudah berusia puluhan tahun. Cari tahu rumah makan terdekat yang berusia tua dan cobalah mengobrol dengan pemilik rumah makan atau pengelola restoran.

Cicipi makanan yang menjadi menu-menu pertama di restoran atau rumah makan tersebut. Cara lain adalah berburu kuliner yang sudah mulai langka di daerah tempat Anda tinggal.

Menginap di hotel bersejarah. Di akhir abad ke-19 wisma-wisma penginapan dan hotel mulai dibangun seiring dengan tumbuhnya pariwisata di masa kolonial Belanda. Sebagian besar hotel dan penginapan tersebut bertahan hingga saat ini.

Banyak pula hotel bersejarah yang berdiri di era kemerdekaan Indonesia maupun di masa peralihan orde lama ke orde baru. Ada pula hotel-hotel baru namun menempati bangunan bersejarah.

Nah, Anda tinggal pilih hotel bersejarah mana yang terdekat dari tempat Anda tinggal. Bisa saja mencari di luar kota. Tetapi sebaiknya cari hotel terdekat, karena tujuan Anda hanya untuk menginap satu malam di sebuah bangunan bersejarah.

Cara lainnya adalah cari kamar bersejarah di suatu hotel, misalnya pernah diinapi oleh tokoh bersejarah seperti pahlawan atau bisa saja selebriti kondang pernah menginap di tempat tersebut. Jika hotel-hotel di kota Anda tergolong baru, cari tahu saja hotel mana yang pertama berdiri di kota itu.

Jangan sekadar menginap, cari tahu sejarahnya dari pihak hotel maupun literatur sejarah. Lalu telusuri bagian-bagian yang disebut-sebut dalam literatur sejarah tersebut.

Beraktivitas di museum sesuai minat. Museum sebenarnya memiliki tema-tema tertentu. Misalnya museum bertemakan militer, museum budaya, museum seni, sampai museum flora dan fauna. Anda tinggal memilih sesuai minat Anda.

Bila Anda penggemar hal-hal yang berbau kemiliteran, tinggal cari museum militer terdekat. Jika tak ada yang sesuai minat Anda di kota tempat Anda tinggal, ayo lakukan perjalanan lintas kota demi berburu museum yang ingin Anda kunjungi.

Sumber