Tim Kementerian pariwisata teliti puluhan situs Pasemah

Beberapa bilik batu (Stone Chamber) yang terdapat di Pasemah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (FOTO/arkeologi.palembang.go.id)

Lahat, Sumsel (ANTARA Bengkulu) – Tim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Balai Arkeologi melakukan penelitian terhadap 26 situs di Pasemah wilayah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu.

“Tim yang melakukan penelitian terhadap arca-arca Pasemah ini terdiri atas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kerja sama dengan Balai Arkeologi Pusat dan Palembang, beranggotakan lima orang,” kata Ketua Tim Demplon di Lahat, Sabtu.

Menurut dia, penelitian atau survei terhadap 26 situs yang berada di wilayah Kabupaten Lahat ini berlangsung 12 hari dengan mengambil lokasi di Kecamatan Jarai, Pajar Bulan dan Muarapayang.

“Kemudian termasuk situs yang terdapat di beberapa daerah lainnya,” ungkap dia.

Ia mengatakan, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola dan gambaran batu-batu di Pasemah yang memiliki cukup banyak peninggalan bersejarah umurnya sudah mencapai ribuan tahun.

Namun demikian, kata dia, penemuan itu membuktikan jika daerah Pasemah kaya akan peninggalan sejarah, termasuk jenis dan bentuknya juga berbeda bila dibandingkan dengan yang ada di tempat lain.

Sementara itu, dari Balai Arkeologi Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan, penelitian terhadap berbagai jenis benda bersejarah yang terdapat di daerah tanah Pasemah meliputi Kota Pagaralam dan Lahat, sudah dilakukan sejak tahun 1992, bila ditotal sudah mencapai ribuan megalitik ditemukan.

“Batu megalit berhasil ditemukan baik melalui penemuan langsung oleh warga setempat, maupun dilakukan penggalian meliputi beberapa jenis, yaitu tetralith, batu datar, dolmen, lumpang batu, lesung batu, batu gelang dan bilik batu, kubur batu, menhir, arca dan masih banyak yang lainnya,” kata dia.

Dia mengatakan, cukup banyak megalitik tersebar di daerah Pasemah berhasil diungkap, dan saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.

“Sebagian penemuan benda bersejarah ini sudah menjadi pengawasan BP3 Jambi dan sudah ada juru peliharanya,” ungkap dia. (ANT)

Sumber