Sangiran, Situs Wisata Purba nan Edukatif

Sangiran (Foto: wikipedia)

THE Sangiran Early Man Site. Itulah daftar nama dari UNESCO saat menetapkan situs Sangiran sebagai warisan budaya dunia nomor C 593 tahun 1996. Sangiran cocok sebagai daerah tujuan wisata bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana kehidupan jutaan tahun silam.

“Situs Sangiran banyak menyimpan peninggalan masa lalu berupa kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan dalam bentuk fosil,” jelas Harry Widianto, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.

Situs Sangiran, menurut pakar manusia purba ini, berada di area seluas kurang lebih 56 kilometer persegi. “ Di daerah seluas itu, banyak ditemukan fosil manusia purba, fosil fauna, fosil tumbuhan, dan artefak. Bahkan data lapisan tanah yang terendapkan secara alamiah tidak kurang dari dua juta tahun silam,” jelasnya.

Hary mencontohkan, lapisan tanah Sangiran setidaknya telah mengalami tiga perubahan lingkungan, mulai dari lingkungan laut, menjadi rawa, baru kemudian menjadi lingkungan daratan.

“Setiap lapisan tanah menyimpan informasi yang berbeda,” jelasnya.

Sementara terkait dengan fosil manusia, Harry mengatakan bahwa separuh dari jumlah populasi temuan fosil Homo Erectus di dunia berasal dari Sangiran dan sekitarnya. “Kontribusi itu sangat berharga karena Homo Erectus berperan penting dalam evolusi manusia,” ungkapnya.

Sementara itu, fosil-fosil yang ditemukan kini banyak disimpan sekaligus bisa dilihat di museum yang berdiri megah di Sangiran. Kawasan Sangiran sendiri tidak jauh dari Kota Solo, tepatnya berada di sebelah utara Kota Solo. Jaraknya sekira 15 kilometer dari Kota Solo. Sangiran masuk dalam wilayah Kabupaten Sragen. (ftr)

Sumber