China Lagi-lagi Borong Surat Utang AS

Hingga Februari lalu, kepemilikan China atas surat utang AS sudah melebihi US$1,17 triliun

Ilustrasi surat utang AS (REUTERS)

VIVAnews – China menambah kepemilikan surat utang AS dalam dua bulan berturut-turut sejak awal tahun ini. Meningkatnya pembelian obligasi AS itu seiring dengan bertambahnya devisa asing milik China.

Menurut stasiun berita BBC, mengutip data dari Departemen Keuangan AS, Beijing kembali membeli obligasi mereka sebesar US$12,7 miliar. Dengan demikian hingga Februari lalu, kepemilikan China atas surat utang AS sudah mencapai lebih dari US$1,17 triliun.

Stok cadangan devisa asing China pun di triwulan pertama tahun ini bertambah 3,9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Tiongkok juga dikenal sebagai pemilik devisa asing terbanyak di dunia, sekaligus pembeli surat utang terbanyak yang dikeluarkan AS.

“Tidak ada lahan selain surat utang pemerintah, yang mana suatu pihak bisa investasi miliaran dolar setiap hari,” kata Charles Chaw, pengamat dari China Consulting.

Kalangan pengamat menilai bahwa krisis utang yang masih berlangsung di zona euro dan prospek akan pulihnya ekonomi AS menjadi bagian dari motivasi China menambah kepemilikan surat utang AS.

Beberapa bulan terakhir, ekonomi AS mulai menunjukkan perkembangan positif. Tingkat penjualan sektor ritel Maret lalu meningkat lebih pesat dari perkiraan. Selain itu, tingkat pengangguran di AS perlahan-lahan telah menurun dan berhasil mencatat rekor terendah dalam tiga tahun terakhir. Ini cukup menimbulkan optimisme akan pemulihan ekonomi yang berlanjut di AS.

Sebaliknya, kondisi di zona euro belum membaik. Negara-negara dengan ekonomi maju di kawasan Eropa masih rentan tertular krisis utang.

Pada Senin kemarin, suku bunga obligasi Spanyol naik lebih dari 6%, sehingga muncul kekhawatiran apakah pemerintah setempat akan sanggup membayar utang mereka.

“Melihat situasi di zona euro, lebih aman berinvestasi di obligasi milik pemerintah AS,” kata Chaw. (eh)

Sumber