Bahasan Awal saat Hendak Membangun Bisnis Bersama Rekan Sekerja

Pertanyaan:

Selamat pagi, Pak. Begini pak, kami tiga bersahabat yang hendak membuat bisnis bersama untuk keahlian kami di bidang teknik. Kebetulan kami bersama dalam satu perusahaan. Saya sendiri seorang marketing, kedua teman saya masing-masing di bagian mesin dan keuangan. Setelah lebih dari 10 tahun bekerja di perusahaan itu, kami tertarik untuk menjalankan sendiri. Tapi, apa yang harus dimulai dengan kondisi yang demikian ya, Pak?

Bonny Setiawan, Pondok Cabe – 36 tahun

Jawaban:

Salam untuk Pak Bonny. Sesuai dengan kondisi yang dimaksud, khususnya dalam membangun bisnis bersama beberapa rekan sekerja, memang perlu ada beberapa hal yang harus dibuat secara detil sejak awal. Karena inisiatif bisnis tersebut pasti akan berhadapan dengan kemampuan untuk melakukan pengelolaan risiko usaha. Sehingga, sejak dini perlu dirumuskan secara bersama, beberapa skema yang akan menjadi panduan dalam membentuk usaha bersama.

Sesuai kondisi yang diceritakan, maka beberapa hal yang awal yang perlu dibahas yakni:

1. Badan usaha seperti apa yang akan dibangun? Hal tersebut tentu berkaitan dengan proporsi dan tanggung jawab masing-masing dalam bisnis baru tersebut;

2. Siapa yang akan ditunjuk dalam organisasi, untuk mengisi beberapa kebutuhan sumberdaya sesuai dengan sektor usaha yang akan dijalankan.

Berikut merupakan penjelasan terkait dengan kedua fokus permulaan tersebut:

1. Pilihan badan usaha: Opsi bentuknya dapat berupa CV maupun PT yang dapat menjadi pilihan sebagai bentuk badan usaha. Di dalam aspek pemilihan tersebut, maka yang patut menjadi perhatian yaitu komposisi besaran hak serta kewajiban masing-masing pendiri, terkait dengan setoran awal pendirian serta pembagian keuntungan usaha, termasuk di dalamnya soal aspek pertanggungan atas kepailitan. Dalam format sederhana dapat dirumuskan seperti berikut:


2. Pengelola usaha: Hal ini berkaitan dengan siapa yang akan bertanggungjawab menjalankan usaha. Apakah semua pihak yang akan terlibat dalam bisnis baru tersebut, secara profesional akan ikut serta langsung? Atau memberikan perwakilan saja? Agar fokus bisnis tetap berjalan secara konsisten dan kontinu.

Rumusan awal tersebut perlu diklarifikasi sebelum usaha dimulai, sehingga aturan main di antara para pihak yang bersepakat untuk membentuk usaha tersebut akan lebih jelas sejak semula. Semoga dengan berbekal pengalaman bekerja di bidang yang sama dengan bisnis yang akan dijalankan, maka akan dapat semakin mempercepat.

Ery Kasman, SE, MSi
Direktur Entrepreneur Institute

Sumber