Eco Property Ramah Lingkungan

Eco Building (foto: ist.)

KONSEP properti yang ramah lingkungan (eco property) mampu menghemat energi hingga 60 persen dari pemakaian listrik sehari-hari di rumah. Desain rumah yang baik dan berkelanjutan mampu mengurangi kebutuhan terhadap listrik.

Peran keluarga dan kebiasaan seharihari sangat penting dalam membantu menurunkan polusi yang berdampak negatif terhadap iklim. Misalnya,dalam pemakaian listrik untuk pendingin ruangan (AC) yang secara statistik berkisar 60 persen  dari total keperluan listrik rumah bisa diturunkan. Selain peran keluarga, eco property tentunya sangat bersandar kepada desain hunian yang baik, termasuk orientasi,penempatan ventilasi, dan pemakaian bahan bangunan.

Saat ini,kalangan pengembang gencar mengembangkan hunian yang mendukung gaya hidup green livingdengan mengedepankan konsep pengembangan properti yang ramah lingkungan. Green living merupakan suatu konsep gaya hidup yang mengutamakan kelestarian alam sekitar dan ramah lingkungan,di mana ini akan semakin menjadi suatu keharusan untuk pembangunan suatu proyek properti saat ini dan masa yang akan datang.

Banyak hal mendorong agar pembangunan properti diarahkan pada konsep green living dan eco property sehingga gaya hidup dari generasi mendatang akan condong pada konsep eco-green living. Salah satu pengembang asal Malaysia, SP Setia misalnya, gencar mengembangkan properti ramah lingkungan. Salah satu yang sedang dikembangkan yakni KL Eco City. ‘’Lokasi yang dikembangkan seluas 25 hektare di Bangsar, merupakan kombinasi perkantoran yang hijau dan hunian mewah,” kata Presiden dan Chief Executive Officer SP Setia Sdn Bhd,Tan Sri Liew Kee Sin.

Dalam waktu dekat, pengembang ini akan mengembangkan properti di Indonesia. “Kami membidik Jakarta setelahVietnam, Singapura, Australia, dan China,’’ sebut Liew. Dia menambahkan, perkembangan properti di Indonesia cukup pesat. Beberapa properti yang dikembangkan SP Setia, lanjut dia, terinspirasi dari arsitektur di Indonesia. Bahkan, pembangunan properti mewah pertama Duta Nusantara di Kuala Lumpur terinspirasi oleh arsitektur Indonesia dan gaya hidup tenang yang ditawarkan oleh banyak resor kelas dunia di Bali.

“Kami memasukkan banyak unsur Indonesia dalam perencanaan induk Duta Nusantara,” ujar Liew. Duta Nusantara selanjutnya diberi pengakuan oleh FIABCI Malaysia pada saat memenangkan Penghargaan Properti untuk Pengembangan Hunian Terbaik (bertingkat rendah) Malaysia pada 2006. Hal ini menyebabkan SP Setia kian percaya diri untuk memasukkan lebih banyak pengaruh Indonesia ke dalam proyek-proyek mewah selanjutnya, seperti Duta Tropika dan Setiahills.

Setelah itu, lebih banyak lagi proyek grup yang memasukkan unsurunsur Indonesia, seperti Setia Eco Park yang berhasil meraih penghargaan di Shah Alam di mana beberapa desain bungalo juga dilakukan oleh arsitek Indonesia. Head Of Representative Office (Indonesia) SP Setia Bhd Loesje Imelda mengatakan, saat ini SP Setia sedang melakukan evaluasi pengembangan property di Jakarta.

Beberapa lokasi yang dibidik diantaranya kawasan pusat Jakarta dan Jabodetabek. ‘’Untuk kawasan townshipmungkin di Jabodetabek. Sedangkan untuk high rise building tentunya berada di tengah kota,’’ paparnya. Dia menyebutkan, dalam pengembangan propertinya,SP Setia mengedepankan konsep hunian hijau,baik untuk properti landed house maupun high rise building. ‘’Sebenarnya kami terbuka untuk mengembangkan berbagai jenis properti di Indonesia, selain township houses dan bangunan komersial yang selama ini jadi fokus kami.

Peluang kerjasama dengan pengembang lokal juga akan selalu ada selama lokasi yang ditawarkan bagus dan filosofi bisnisnya cocok dengan kami,” jelas nya. Peranan yang dilakukan untuk mendukung green living adalah memperhatikan aspek penghijauan lingkungan dengan memilih pohon-pohon yang benar-benar bermanfaat ditanam guna menjaga serapan air, di samping sekadar memberi nuansa hijau. Juga membuat perencanaan drainase yang tertata jalur dan fungsinya, membuat sistem pengolahan air limbah menjadi air bersih, serta sistem pengolahan daur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna.

(Anton C/Koran SI)

(rhs)