Lulusan Perguruan Tinggi Orientasinya Harus Entrepreneurship

Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Anggota Komisi X DPR RI, Zulfadhli mengingatkan agar para lulusan perguruan tinggi lebih berorientasi pada enterpreunership. Banyaknya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya mengharuskan setiap lulusan memiliki kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri mengingat lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah terbatas jumlahnya.

“Jangan hanya berharap pada pekerjaan yang disediakan pemerintah, karena jumlahnya terbatas. Padahal, lapangan pekerjaan sangat terbuka luas bagi mereka yang memiliki kemampuan dan keberanian. Sarjana-sarjana lulusan perguruan tinggi memiliki bekal untuk itu, menjadi wirausahawan muda bukan mengandalkan pekerjaan dari pemerintah,” jelas Legislator Partai Golkar ini di Jakarta, Kamis (5/4).

Lanjut Zulfadhli tingkat kemajuan dan kesejahteraan sebuah negara dilihat dari berapa jumlah wirausaha di negara tersebut. Sedikitnya yang harus dimiliki sebanyak 2 persen dari total penduduk, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanya 237 juta jiwa maka Indonesia membutuhkan sekitar 4,5 juta lebih wirausahawan.

“Hanya saja Indonesia saat ini baru memiliki sekitar 0, 24 persen atau sekitar 590 ribu wirausahawan. Jumlah ini jauh dari target minimal sebesar 2 persen atau 4,5 juta wirausahawan,” paparnya.

Dikatakan, untuk mencapai target tersebut tidak mudah. Namun, perlu dilakukan malalui kesadaran yang ditumbuhkan perguruan tinggi agar lulusannya memiliki orientasi berwirausaha lebih besar. Jika perlu kurikulum diperguruan tinggi diajarkan untuk menumbuhkan motivasi setiap mahasiswanya berwirausaha.

“Sayang sekali jika ribuan lulusan perguruan tinggi hanya berharap menjadi pegawai dan sisanya pengangguran. Padahal mereka merupakan orang-orang terdidik yang disiapkan untuk memajukan negara ini,” ulas Zulfadhli.

Berdasar hasil survei tahun 2010, katanya lagi, sebanyak 83,18 persen lulusan perguruan tinggi berharap menjadi karyawan. Sementara untuk lulusan sekolah menengah atas, 60,87 persen menginginkan jadi karyawan. Sementara yang bercita-cita menjadi pengusaha, untuk lulusan perguruan tinggi hanya 6,14 persen dan lulusan SMA hanya 22,63 persen. Sedangkan jumlah pengangguran sebanayk 8 juta orang.

“Data ini tentu menjadi perhatian kita bersama bahwa tingkat ketertarikan kalangan terdidik kita pada wirausaha masih sangat rendah. Perlu didorong agar semakin besar jumlahnya, ini menjadi tanggungjawab kita bersama terutama perguruan tinggi dan sekolah-sekolah memotivasi para mahasiswanya,” kata mantan Ketua DPRD Kalbar ini.

Sumber