Otomotif Dunia Melirik Desainer Indonesia

DOK TAM/vg

SEDERHANA dan bersahaja. Begitulah penampilan Wahyu Kusuma Danny, sang desainer aksesori aerokit Yaris TRD (Toyota Racing Development) Sportivo, saat bertemu dengan jurnalis otomotif nasional, Rabu (28/3) lalu. Dengan hanya mengenakan kaus oblong, alumnus Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) itu santai melayani pertanyaan wartawan terkait desain terbaru Toyota Yaris buah karyanya.

Danny mengatakan ia bersama timnya butuh waktu dua tahun sampai akhirnya desain itu bisa diaplikasikan. “Kesulitannya ketika saya mulai mendesain front (depan) dan rear (belakang). Aslinya kan Yaris ini punya kesan membulat dan kita harus membuatnya lebih agresif,” jelasnya.

Setelah menempuh berbagai kesulitan, akhirnya lahirlah desain terbaru Yaris yang diarahkan menjadi lebih agresif tapi tidak ekstrem. Tambahan bodykit New Yaris diadopsi dari bentuk pesawat jet tempur.

Selain dari Indonesia, sebenarnya Danny bersaing dengan desainer asal Australia dan Jepang. Menjadi kebanggaan tersendiri bila pada akhirnya desainnya yang terpilih dan siap digunakan di seluruh dunia.

Karya Danny bukan karya anak bangsa yang pertama di dunia otomotif. Saat berlangsung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2011 silam, salah satu mobil konsep yang menarik, yaitu Daihatsu A-Concept, juga lahir dari ide dan pemikiran seorang putra Indonesia.

Mobil itu murni karya Mark Widjaja, 36, lulusan Desain Produk Industri ITS yang telah bekerja di PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sejak 2003.

Soal konsepnya, ia menilai masyarakat Indonesia umumnya ingin tampil sederhana. Jadi, tidak perlu banyak lekukan. “Saya pun coba mengimplementasikan konsep desain Monas. Inilah jadinya,” kata dia.

Mark pun menguraikan desain bodi luar yang mulus. Misalnya pegangan pintu dari yang kecil, rata dengan permukaan bodi. Begitu juga dengan desain dan komposisi lampu depan dan belakang, termasuk knalpot.

Selanjutnya untuk memberi kesan mobil tampak lebih besar dan kukuh, Mark membuat garis silver di atas sepanjang kaca (jendela) samping. Adapun untuk menampilkan kesan kukuh pada mobil supermini, bagian bodi samping dirancang mengembung.

Tentang kiblat desain, Mark mengaku lebih menyukai perpaduan gaya Prancis yang modern dan Jerman yang fungsional.

Terpilihnya karya putra Indonesia sebagai konsep terbaru Daihatsu dinilai sebagai level baru Daihatsu. Pasalnya, selama ini mobil konsep yang dipamerkan adalah hasil karya perancang Jepang. “Terpilihnya A-Concept membuktikan prinsipal Daihatsu percaya dengan karya orang Indonesia,” urainya.

Mendesain mobil Eropa

Selain mendesain mobil-mobil pabrikan asal Jepang, desainer otomotif Indonesia juga terkenal andal mendesain mobil untuk pabrikan Eropa.

Contoh saja Volkswagen AG yang baru saja meluncurkan desain ulang mobil kecil legendaris VW Beetle. Ternyata mobil itu merupakan hasil sketsa selama empat tahun dari Chris Lesmana, desainer Indonesia yang mengonsep ulang mobil impiannya itu menjadi kenyataan di Beetle 2012.

Ia membuat desain yang menjadi headline minggu ini. Dengan beberapa penyesuaian proporsional, impiannya itu bakal segera menjadi kenyataan di jalan-jalan Amerika pada musim gugur ini.

Chris yang saat ini tinggal di Jerman tidak bisa datang ke peluncuran di AS. Meski begitu, ia diharapkan menghadiri acara Beetle di Berlin. Desainer eksterior Frank Bruse yang mewakili Chris di New York menggambarkan upaya koleganya itu kepada Auto Week sebagai ‘seseorang yang dapat merancang versinya tentang mobil impian’.

Chris dan Bruse tumbuh bersama Beetle yang menjadi mobil keluarga. Karena itu, desain yang lama masih terbawa ke versi baru. Mobil terbaru lebih bundar dan condong diarahkan untuk wanita. Model 2012 ini memiliki atap lebih rendah, roda lebih besar, atap panjang, dan interior yang sporty minus vas bunga.

Rancangan itu telah meraih perhatian bos Grup Volkswagen Martin Winterkorn, yang memberi lampu hijau untuk rancangan akhir yang merupakan gagasan Chris.

Tidak perlu diperdebatkan, di balik kekurangan dan kelemahan bangsa ini, Indonesia masih memiliki kekuatan yang signifikan untuk bisa bertarung di tingkat dunia. Hal itu bisa dibuktikan salah satunya dengan karya desainer otomotif Indonesia di kancah internasional, yang kerap memperoleh pengakuan dan pujian.

Oleh karena itu, jika pengembangan dan transfer ilmu terus dilakukan, bukan tidak mungkin industri otomotif Tanah Air akan menjadi pemain utama industri otomotif global.(S-2)

Sumber