ITS Luncurkan Mobil Listrik Nagageni

Ilustrasi : Corbis

JAKARTA – Tidak puas hanya meluncurkan Sapu Angin dan Antasena, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali berinovasi menghasilkan teknologi transportasi. Mobil cerdas karya mahasiswa D-3 Teknik Mesin ITS itu bernama Nagageni.

Berbeda dengan mobil ITS lainnya, Nagageni menggunakan energi penggerak dari listrik. Nantinya, mobil hasil program kerja Departemen Riset dan Teknologi (Ristek) Himpunan Mahasiswa D-3 Mesin ITS ini akan memiliki baterai penyimpan tersendiri.

Ahmad Rusdianyah selaku kepala departemen menjelaskan, selama ini jurusannya belum memiliki program riset. ”Harapan kami, mobil ini menjadi inovasi baru,” kata Rusdianyah seperti dikutip dari ITS online, Selasa (3/4/2012).

Pemuda yang akrab disapa Didin ini menyatakan, walaupun bagian dari program himpunan, pembuatan Nagageni ini dilaksanakan oleh tim yang independen. Mereka diseleksi oleh Departemen Ristek melalui rekrutmen terbuka dan kini jumlah anggota tim mencapai 20 mahasiswa dari berbagai angkatan.

Saat ini, Nagageni memang masih dalam tahap penyelesaian. Meski begitu, mobil ini berhasil diuji coba langsung oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan akhir pekan lalu. Tidak hanya itu, tanda tangan Meneg BUMN ini pun bertengger di badan mobil.

Nagageni tidak akan hanya mengandalkan energi listrik. Rencananya, akan ditambahkan beberapa komponen sehingga energi lain seperti solar cell dan tenaga angin. Pembuatan Nagageni mendapat dukungan kuat dari pihak kampus. Hal ini terbukti dengan adanya bantuan fasilitas laboratorium beserta dosen pembimbing tetap. Hanya saja, dana masih menjadi hambatan dalam pembuatan Nagageni. Sebab, tidak jarang anggota tim harus mengeluarkan dana pribadi.

Tidak hanya itu, sokongan peralatan pun masih minim. Bahkan terkadang harus bergantian dengan mahasiswa lain. Untungnya, proyek Nagageni ini terdengar oleh beberapa alumni D-3 Teknik Mesin ITS sehingga pembuatan body mobil rencananya akan mereka fasilitasi.

Didin dan anggota Departemen Ristek D-3 Teknik ITS lainnya berharap, Nagageni akan menjadi salah satu ikon ITS layaknya Sapu Angin. Lebih dari itu, keduanya menargetkan Nagageni menjadi branding jurusan. ”Dengan Nagageni saya berharap mampu meningkatkan daya saing D3 Teknik Mesin ITS,” ujarnya.(mrg)(rhs)

Sumber