Inilah Fitur-fitur Menarik Google Art Project

JAKARTA – Google Art Project adalah aplikasi berbasis web yang menggunakan Google App Engine berbasis Java. Terdapat dua fitur utama yang ditampilkan aplikasi tersebut.

Fitur pertama yaitu Museum View yang memungkinkan pengunjung situs untuk dapat menjelajahi galeri dan museum yang terdapat pada Google Art Project. Pengguna dapat menelusuri ruangan museum secara virtual.

Berdasarkan behind the scene yang tertampil di acara konferensi pers di Museum Nasional Indonesia, proses pembuatan virtual tour ini menggunakan perangkat khusus yang terdiri dari sejumlah kamera. Kemudian kamera itu dapat didorong menggunakan roda dan berputar ke sekeliling ruangan untuk merekam gambar.

Pengunjung situs dapat mengklik objek benda untuk kemudian mengamati benda itu lebih mendalam melalui fitur berikutnya, yaitu Microscope View. Fitur kedua ini menggunakan aplikasi Picasa untuk menampilkan tampilan gambar karya seni dalam resolusi yang sangat tinggi.

Resolusi ini mampu memberikan detail objek benda dengan skala gigapixel yang diklaim memiliki resolusi 7 milyar atau sekira 1000 kali lipat lebih detail dari resolusi yang dihasilkan oleh kamera digital pada umumnya.

Untuk menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi, tim Google Art Project menggunakan kamera profesional dan sistem komputer serta alat penggerak yang disebut Multisyncronise. Setelah ribuan gambar diambil, maka gambar-gambar ini kemudian disatukan kembali dengan menggunakan teknologi Picasa.

Seluruh gambar karya seni pada Google Art Project kemudian disusun ke dalam komponen-komponen yang lebih kecil agar gambar beresolusi tinggi ini dapat diadaptasikan secara efisien apabila pengguna ingin melakukan zoom dan mampu menampilkan gambar dengan kecepatan tinggi.

Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy mengatakan, Google Art Project ini akan memberikan banyak manfaat. ” Pengguna dapat melihat berbagai karya seni, lukisan atau objek seni dari seluruh dunia, bahkan bisa membantu kalangan pelajar, seperti mahasiswa. Misalnya sebagai referensi untuk tugas akhir atau skripsinya,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu (4/4/2012)

Ia juga menambahkan, untuk ke depan, tidak hanya Museum Nasional Indonesia, kemungkinan museum atau galeri seni lainnya yang ada di Indonesia akan coba dilirik oleh Google.

Sejak diluncurkannya Februari 2011, Google Art Project telah berkembang pesat. Hingga kini, program Google Art Project ini telah menggandeng lebih banyak institusi kebudayaan dari berbagai negara. Pengguna dapat mengakses melalui alamat www.googleartproject.com. (fmh)

Sumber