‘Manajemen Identitas Bikin TI Perusahaan Aman’

wikipedia.org

INILAH.COM, Jakarta – Ancaman pada sistem keamanan TI suatu perusahaan bisa meningkat seiring perkembangan teknologi. Membicarakan keamanan TI, ada satu hal krusial terkait hal ini, yakni identitas.

“Jumlah aplikasi makin banyak dan pengguna yang meningkat memicu lemahnya keamanan,” kata Regional Sales Director, Enterprise Security, Oracle Asean, Siva Belasamy di Jakarta.

Banyaknya aplikasi yang ada membuat orang harus menghafal banyak password dan hal ini biasanya membuat perusahaan menulis password di kertas di mana hal ini dinilai berbahaya.

Tak hanya itu, pertumbuhan komputasi awan serta makin banyaknya jumlah perangkat bergerak milik pribadi (BYOD) akan memunculkan keraguan mengenai keamanan TI perusahaan. “Membicarakan soal keamanan, ada satu hal pokok terkait, yakni identitas,” kata Belasamy.

Identitas menjadi hal pokok Oracle mengatasi tantangan cloud dan BYOD. Solusi Oracle Identity Management diklaim menjadi jalan keluar masalah keamanan yang mampu menjangkau semua platform aplikasi.

“Alasan orang ragu pada cloud adalah soal keamanan identitas dan data. Pasalnya, data milik kita dititipkan di tempat lain,” ujarnya. Oracle Database Firewall bisa mencocokkan identitas penyedia yang dipakai pengguna, misalnya alamat IP.

Ini bisa seperti membangun pagar untuk mengamankan data. Bila IP diketahui berbeda dari yang terdaftar maka sistem akan menolak. Kemudian ada BYOD atau bring your own devices. Tantangan ini muncul seiring meningkatnya jumlah pengguna perangkat mobile.

Orang yang biasanya mengakses pekerjaan dari PC di kantor kini bisa melakukannya lewat smartphone, tablet, atau laptop dan data penting perusahaan bisa dibuka dari manapun.

Ini membuat keamanan sangat rentan. “Anda menggunakan iPhone untuk approval surat-surat penting. Sistem akan menganalisa kebiasaan tersebut, mulai dari waktu, tempat, dan alamat IP,” terangnya.

Artinya, saat pengguna mengakses data penting di jam-jam di luar kebiasaan, sistem akan melakukan verifikasi ketat. Hal serupa juga terjadi bila perangkat digunakan untuk akses di luar negari. Verifikasi akan menanyakan hal-hal pribadi penggunanya, misalnya nama kecil atau soal binatang kesayangan. [vin]

Sumber