Cara Meyakinkan Pembeli Konsumen atau Calon Istri ?

Oleh Ir. Aditya Prayoga
Marketing Manager Kios Buku Gema

Ilustrasi – google.co.id

How To Convince Consumers or Buyer ?

Saat menjual.. setelah memperkenalkan manfaat, harga, cara pakai dan lain-lain dari barang atau jasa yang dijual, ada sebagian pembeli/konsumen yang bisa langsung membeli saat itu juga, namun sebagian masih ada yang menunda untuk membeli.. masih muter-muter.. Sering kali kita menilai orang ini main-main, jadi enggak sih investasi..? jadi enggak sih membeli..? mengapa dari tadi muter-muter terus..?

Berdasarkan pengalaman saya pribadi.. memang ada yang main-main namun ada juga yang serius.. untuk mengetahuinya bisa dilihat dari bahasa tubuhnya, ada juga teknik lain tunggu aja post berikutnya..

Setelah dideteksi/dianalisa dengan bahasa tubuh atau dengan teknik lainnya.. ternyata menunjukan bahwa orang ini sebenarnya niat ingin membeli, niat ingin berinvestasi. namun mengapa tidak langsung menutup penjualan..? Sebenarnya kalau dicermati, komentar-komentar yang diungkapkan oleh pembeli atau konsumen bisa dikelompokan menjadi beberapa bagian (apa saja..? tunggu ya..?), salah satunya adalah : tidak yakin atau ragu dengan apa yang sudah kita bicarakan..

Contoh kalimat tidak yakin yang mungkin terlontar dari calon pembeli sebagai berikut..:
– Ini benar to mbak bisa sekali bilas..?
– Bagaimana mungkin bisa lebih irit.., sepeda motor ini CCnya kan besar.. ?
– Yang beli sudah banyak belum..? komentar yang sudah beli bagaimana..?
– Harganya kog murah..?
dan masih banyak lagi, silakan cari sendiri ya..!

Untuk mengatasi keraguan dan ketidak percayaan dari pembeli atau pelanggan adalah dengan cara :

Dengan cara DIBUKTIKAN.

Sumber-sumber bukti bisa berupa :
1. Kesaksian, sering obat tradisional menunjukan foto-foto orang yang telah sembuh setelah menggunakan obat tersebut, (orangnya harus bener-benar ada lo.. jangan sekedar foto-fotoan..) atau orang yang jualan referal marketing melalui internet, biasanya menunjukan scan tabungan bank yang jumlah uangnya naik terus dari hari-ke hari.. (yang asli lo.. jangan a*obe phot*shop)
2. Buku-buku, majalah, tabloid untuk referensi. tunjukkan kepada calon pembeli bahwa produk yang Anda tawarkan sudah di uji oleh wartawan dari tabloid Oto*otif dan mendapatkan nilai bintang lima. (Ujinya yang sahih.. jangan dikondisikan.. sangat dianjurkan pakai statistik, biar saya laku ha.. ha..)
3. Demo, seperti Mo*to sekali bilas di demokan di mall-mall, (jangan seperti teman saya yang tukang sulap loh.. apa saja bisa didemokan..)
4. Dan lain-lain.. cari sendiri ya..!

Bedasarkan surveynya Xer*x foto kopi, bila konsumen yang ragu diyakinkan dengan menunjukkan bukti-bukti yang sahih dan “reliable”, maka calon konsumen tersebut akan segera membeli dan langsung menutup penjualan.. tanpa muter-muter lagi..!

Nah.. masalahnya calon konsumen tidak hanya ragu saja, bisa saja muncul masalah baru setelah kita berhasil menyakinkan. Di samping itu kalau produknya masih baru tentunya kita belum punya kesaksian, apa lagi bila produk tersebut baru memberikan manfaat setelah dipakai dalam jangka waktu yang lama..? tentu tidak bisa didemokan.. (seperti meyakinkan calon istri kita.. ha.. ha..) bagaimana cara mengatasinya..? tunggu post berikutnya.. OK..?

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi