Pestisida berbahan tembakau mampu atasi wereng

Ilustrasi “Hama wereng”. (FOTO ANTARA/Siswowidodo)

Cirebon, Jawa Barat (ANTARA News) – Pestisida nabati berbahan tembakau setempat terbukti mampu mengatasi serangan hama wereng di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Aplikasi pestisida hayati ini cukup efektif dan ekonomis dibandingkan pestisida berbasis bahan kimia.

Ir Ade Hasan Msi, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, kepada wartawan, di Cirebon, Senin, mengatakan, Pestisida hayati tembakau lokal yang dicampur gadung mampu mengatasi serangan hawa wereng di Kabupaten Cirebon.

“Padahal sebelumnya petani sudah mencoba dengan obat lain namun hasilnya kurang maksimal,” katanya.

Menurut Hasan, penggunaan pestisida berbahan alami, dalam hal ini tembakau (Nicotiana sp, L) rendah bahaya, ramah lingkungan, selain itu hemat biaya dibandingkan insektisida kimia pemberantas wereng.

Selain itu, bahan baku tembakau cukup melimpah karena tanaman tembakau potensial dikembangkan di Cirebon, yang memiliki 135 Hektare kebun tembakau.

Ia menjelaskan, satu hektare lahan petani hanya membutuhkan sekitar lima kilogram tembakau kering. Dengan harga tembakau Rp 15.000 per kilogram maka biaya satu kali penyemprotan butuh biaya Rp 75 ribu; jauh lebih rendah ketimbang memakai pestisida kimia yang bisa mencapai Rp 200.000.

Kurnia, seorang petani setempat mengaku, pestisida berbahan tembakau mampu mengatasi serangan hawa wereng, selain hemat juga ramah lingkungan.

Ia menjelaskan, pestisida berbahan tembakau mudah didapatkan, selain itu rendah bahaya bahkan jika sering digunakan hama tikus berkurang, kendalanya petani belum mengenal pestisida nabati tersebut padahal sangat membantu mereka. (*)

Sumber