Beri Aku 7 Pemuda

Ilustrasi – google.co.id

“Beri aku tujuh pemuda! aku akan ubah dunia.” Kalimat sakti ini keluar dari Pemimpin Revolusi Indonesia, Soekarno, yang juga Presiden pertama RI.

Berilah aku tujuh pemuda, menggambarkan format kalimat kedahsyatan perubahan yang dapat dilakukan oleh orang-orang muda dalam bidang apapun, baik itu politik, sosial budaya, maupun ekonomi.

Melalui Media Wirausaha dan Keuangan ini kami terus menyajikan bacaan yang “menyetrum” kesadaran bagi anak-anak muda untuk meningkatkan semangat entrepreneurship dan daya juang kewirausahaannya.

Upaya ini terus kami bangun, dan seperti sebuah pusaran yang semakin hari pusaran kesadaran kewirausahaan itu semakin besar, semakin besar, semakin membanggakan. Kini semua orang semakin peduli dengan kewirausahaan. Karena disadari atau tidak, kewirausahaan adalah pintu Indonesia menuju sejahtera.

Pintu masuk bagi kesejahteraan. Karena Indonesia memiliki banyak hal; kekayaan alam dengan aneka bahan baku yang tersedia, sumber daya manusia, hingga pasar yang luar biaa besar. Selama ini kita hanya satu kekurangannya, semangat dan kesadaran kewirausahaan bangsa tidak dibangun secara serius. Akibatnya kita lebih suka mengekspor bahan-bahan mentah ke negara lain. Anehnya lagi kita mengimpor produk-produk jadi yang bahannya berasal dari negara kita sendiri.

Kita kehilangan satu mata rantai yang sangat penting. Kewirausahaan bangsa mati suri, dan transformasi bisnis tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kita jangan berharap pada generasi tua untuk sebuah perubahan. seperti kata Bung Karno’ berilah aku tujuh pemuda, aku akan rubah dunia. Pemudalah yang harus mengambil inisiatif untuk berubah.

Di dunia sana, ada anak-anak muda, berusia belia, mengambil peran bagi perubahan sejarah dunia. Seperti yang dilansir Business Week dalam situs onlinenya. Ada limaanak-anak muda yang memilik kemampuan kewirausahaan yang tinggi dan mereka menorehkan namanya dalam sejarah dunia.

Pertama, sebutlah Mark Zuckerberg si pencipta Face Book dari California, Amerika Serikat. Di usia ke 21, semasa masih menjadi mahasiswa Universitas Harvard, ia telah membuat social-networking berbasis internet. Dari Face Book, kini ia berpenghasilan lebih dari US$ 13 juta, dan kekayaannya semakin bertambah setiap saat.

Kedua, Nancy Motano yang juga masih dari California, Amerika Serikat. Pendiri usaha pembersihan lingkungan yang murah itu memulai debutnya sebagai pewirausaha di usia 22 tahun. Selulus perguruan tinggi ia melaunching Los Angeles Pumping, perusahaan yang memindahkan sampah suatu perusahaan.

Pendapatan Los Angeles Pumping’s meningkat dari US$ 25.000 menjadi US$ 125.000 dalam setahun. Dan memasuki tahun kedua Montano sudah menikmati pendapatannya yang mencapai US$ 1 juta.

Ketiga, Joanna Alberti dari Boston, Amerika Serikat. Di usia ke 21, ia meluncurkan kerikatur pertamanya, Sophie. Karikatur ini kemudian dikembangkan menjadi produk merchandise. Gambarnya yang unik dan memiliki karakter dan trade mark yang kuat sehingga produknya dibeli oleh seantero masyarakat Amerika.

Keempat, David Hauser (23) dan Siamak Taghaddos (24). Miliader belia ini mengawali usahanya ketika masih di SMA dengan usaha GotVMail Communications, yaitu usaha yang menawarkan jasa berbagai voice-mail untuk kalangan UKM agar terlihat profesional. Jasa yang ditawarkannya memilki berbagai macam pilihan mulai dari US$ 10 per bulan. Dan pendapatan tahunannya saat ini telah mencapai US$ 5 juta.

Kelima, adalah Anand Chatpar (24) dari Madison, Wisconsin, Amerika Serikat. Seorang pendiri BrainReactions, sebuah lembaga yang secara khusus membuat prototipe berbagai kreatifitas bagi para profesional brainstormers untuk menciptakan inovasi-inovasi baru sesuai dengan segmen baru, maupun upaya untuk meningkatkan pelayanan pelanggan.

Berilah aku tujuh pemuda! Tidak! Aku (Indonesia) akan memberikan sejuta pemuda, karena Aku (Indonesia) memiliki berjuta pemuda yang mampu merubah dunia.***

Sumber