Tablet Sering Diperlakukan Layaknya Pasangan

Riset memperlihatkan tablet bahkan dibawa hingga ke tempat yang dianggap intim.

Ilustrasi penggunaan komputer tablet (Reuters/Kimberly White)

VIVAnews – Sebuah studi baru mengungkap bahwa pengguna tablet kerap menjadikan tablet miliknya seperti pasangan yang baru dinikahinya. Masa-masa awal memiliki tablet bahkan dianggap sebagai periode “bulan madu” bagi pengguna tablet, yang bahkan dibawa hingga ke tempat-tempat intim.

Mengutip laman DigitalTrends, lembaga marketing Rosetta melakukan studi terhadap 900 pengguna tablet, dan ditanya mengenai pengalaman mereka menggunakan tabletnya. Hasilnya mengejutkan, karena sebagian besar menjadi pihak yang ‘terjajah’ oleh tabletnya.

Menurut data Rosetta, tercatat 68 persen menggunakan tabletnya saat berada di kamar tidur. Ini menempati peringkat dua, setelah ruang keluarga (living room) dengan 81 persen.

“Kami telah mengira penggunaan di ruangkeluarga, dapur, dan lainnya. Tapi tidak menyangka bahwa banyak yang menggunakan tabletnya di kamar tidur, kamar mandi, bahkan di luar rumah (seperti di teras),” kata Jay Lichtenstein, dari Rosetta.

Sebenarnya penggunaan di kasur pun bukan hal yang mengejutkan. Karena tablet kini mulai menggantikan peran buku dan majalah. Namun, penggunaan tablet di kamar mandi yang mencapai 24 persen menjadi hasil yang terbilang mengagetkan, dan memperlihatkan pengguna tablet terkesan enggan lepas dari gadget mereka.

Data Rosetta juga mencatat penggunaan tablet di dapur sebesar 34 persen, di ruang makan sebesar 25 persen, dan home office sebesar 41 persen.

Studi ini juga memperlihatkan adanya periode “bulan madu” selama enam bulan saat orang baru memiliki tablet. Para pengguna tablet tercatat sering membawa tablet mereka saat berpergian. Selain untuk mengerjakan tugas, para pengguna ini lebih sering menggunakan tablet mereka untuk mengoprek dan melihat apa saja yang bisa dilakukan dengan tablet baru mereka.

“Seperti sebuah hubungan,” ucap Lichtenstein. “Tekanannya adalah untuk membuat para konsumen lebih terikat dan lebih bahagia dengan tablet mereka di periode awal, sebelum masuk periode yang membosankan,” lanjutnya.

Walau begitu, ternyata para pengguna tablet ini banyak yang lebih suka cara tradisional dalam browsing internet. Sebanyak 47 persen lebih senang browsing dengan menggunakan PC dan 39 persen lebih senang menggunakan PC untuk belanja online.

Tablet pun diketahui jarang digunakan untuk bermain game, dan game hanya digunakan di periode awal. Tercatat 34 persen pengguna tablet bermain game di tabletnya di bulan pertama, dan 29 persen di bulan ke-12 setelah memiliki tablet.

Dengan data ini, sepertinya bukan pilihan yang tepat untuk menghadiahkan tablet kepada pasangan di hari Valentine. Karena Anda harus siap menghadapi konsekuensinya: pasangan akan lebih sibuk dengan tabletnya ketimbang Anda. (umi)

Sumber