Potensi Toko Online Jauh di Atas Mal

Pengunjung online store masih lebih banyak dibanding dengan jumlah pengunjung mal besar.

Dengan kisaran 10 juta per minggu, jumlah pengunjung online store lebih banyak dibanding pengunjung mall. (doc Corbis)

VIVAnews – Jika melihat data statistik terakhir, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini masih dikuasai oleh sektor minyak dan gas. Sementara, PDB dari sektor industri internet baru mencapai sekitar 1,6 persen saja.

Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengakses internet terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, China, India, Brazil, dan Belanda. Untuk itu, menurut Arnold Sebastian Egg, pendiri sekaligus pimpinan Tokobagus.com, ke depan, Indonesia akan menjadi salah satu pusat bisnis dunia, terutama bisnis online, khususnya e-commerce.

Hal inilah yang membuat Arnold yakin bahwa Indonesia akan menjadi pusat bisnis online dunia seiring dengan semakin banyaknya pemain-pemain baru yang berekspansi di bisnis ini.

Namun demikian, pengusaha yang sudah menetap di Indonesia selama 12 tahun terakhir itu menyebutkan, untuk dapat berhasil di bisnis e-commerce, banyak hal yang perlu dilakukan.

“Untuk menjadi sukses di bisnis ini, pengusaha harus mendengarkan user, menampung keinginan mereka, dan menjaga hubungan dengan para pengguna,” kata Arnold, 8 Februari 2012. “Sebagai contoh, tampilan Tokobagus yang lebih user friendly saat ini merupakan salah satu contoh komitmen kami dalam menjaga hubungan dengan pelanggan,” ucapnya.

Potensi bisnis e-commerce sendiri, kata Arnold, masih sangat besar. “Dengan jumlah pengunjung mencapai 10 juta pengunjung per minggu, angka pengunjung online store masih jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah pengunjung 14 mal besar di Jakarta yang rata-rata cuma dikunjungi 35 ribu pengunjung setiap harinya,” kata Arnold.

“Ini sebuah potensi bisnis yang sangat besar,” kata Arnold. “Untuk itu, buatlah konsumen agar memiliki pengalaman dan kesan yang baik saat mengunjungi toko online Anda,” pungkasnya. (eh)

Sumber