Pakai “opensource software”, Pekalongan hemat Rp46 miliar

Ilustrasi – google.co.id

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah Kota Pekalongan bisa menghemat sekitar Rp46 miliar dari Rp560 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2010 karena menggunakan piranti lunak sumber terbuka (open source software).

Usai jumpa pers tentang Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 di Kementerian Komunikasi dan Informatika Jakarta, Selasa, Wali Kota Pekalongan, Mohamad Basyir Ahmad, menjelaskan pihaknya bisa menghemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli perangkat lunak berlisensi.

Kalau menggunakan perangkat lunak berlisensi, dia menjelaskan, pemerintah kota harus mengeluarkan biaya sekitar Rp46 miliar dengan rincian Rp14 miliar untuk biaya aplikasi perkantoran dan Rp32 miliar untuk aplikasi khusus seperti anti-virus dan olah foto.

Menurut Basyir, Pemerintah Kota Pekalongan mulai menggunakan perangkat lunak sumber terbuka tahun 2008.

“Akhir tahun 2011, sekitar 700 komputer di satuan kerja pemerintah daerah sudah migrasi ke Free Open Source Software,” katanya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ashwin Sasongko, menyarankan daerah-daerah lain di Indonesia memakai piranti lunak sumber terbuka seperti Kota Pekalongan.

“Ini lho ada referensinya. Kalau Pekalongan saja bisa, kenapa daerah lain tidak bisa?” kata Ashwin.

Dengan demikian, kata dia, hasil penghematan anggaran dengan pemakaian piranti lunak terbuka bisa dialokasikan untuk kebijakan lain yang berpihak pada rakyat. (I026)

Editor: Maryati

Sumber