Barbie Ternyata Bukan Tokoh Fiksi

Barbara Handler nama asli barbie. Dia mempunyai ibu bernama Ruth dan ayah Elliot.

Barbie (Reuters)

Barbie begitu ternama dan melekat dengan banyak bocah perempuan. Dia adalah boneka berambut pirang dan sering berbalut busana serba pink. Busana lain yang juga menjadi kekhasan Barbie adalah swimsuit garis hitam-putih. Bocah perempuan menjadikannya mirip teman atau bahkan adik kandung. Boneka Barbie ini bisa dikatakan sebagai boneka paling terkenal di dunia.

Hingga saat ini, Barbie tetap digambarkan sebagai sesosok gadis perempuan, meski sebenarnya sudah berusia sangat tua. Tokoh boneka ini mulai dikenalkan di New York tahun 1959 oleh salah satu pencetus Barbie, bernama Mattel. Peluncuran boneka ini dilangsungkan di pameran mainan anak-anak yang digelar tiap tahun.

Begitu diluncurkan, tokoh ini langsung merebut pasar. Satu tahun kemudian muncul film animasinya. Dua tahun kemudian, penampilannya diubah. Saat pertama kali diluncurkan, Barbie masih berambut hitam. Di tahun 1962, rambutnya diubah menjadi pirang dan coklat. Saat itu, model rambut Barbie mulai ditiru para penggemarnya.

Di tahun 1964, Barbie tidak lagi sendirian membanjiri pasar. Dia punya ‘adik’ bernama Skipper. Dia menjadi satu-satunya jenis boneka dalam keluarga Barbie yang matanya bisa berkedip-kedip. Setahun kemudian muncul karakter boneka Barbie yang kakinya ditekuk. Bersamaan itu dibuat kisah tentang Barbie yang menjadi astronot.

Kisah ini menimbulkan anggapan bahwa perilaku Barbie sebenarnya merupakan kenyataan yang hadir sebelumnya. Setelah tema Barbie menjadi astronot ini memang kemudian muncul kebijakan untuk menerima perempuan sebagai bagian dari program luar angkasa. Realitas Barbie menjadi seperti prediksi akan sesuatu yang bakal datang kemudian dan diyakini lebih dari sekadar tokoh fiksi.

Jika dirunut sejak kelahirannya, Barbie memang bukan tokoh fiksi. Nama ini benar-benar berwujud manusia. Situs .billbam.com, Barbie nama aslinya Barbara Handler. Dia punya ibu bernama Ruth dan ayahnya Elliot. Di awal tahun 1950-an, Ibunda Barbie melihat anaknya sedang bermain dengan teman perempuan dan boneka.

Dari sinilah kemudian Ruth, ibunda Barbie, berpikir bahwa buat seorang gadis perempuan sangatlah penting untuk membuat imajinasi tentang perkembangan dirinya. Boneka dianggap sebagai media yang bisa mewadahi imajinasi tersebut. Saat itu, boneka yang jadi mainan bocah perempuan masih berupa gambar dua dimensi.

Ruth kemudian terpikir untuk membuat boneka tiga dimensi yang mewakili karakter anaknya itu. Ide ini kemudian dia lontarkan di depan pejabat Mattel Corp, perusahaan yang didirikan bersama suaminya itu beberapa tahun sebelumnya. Para pejabat Mattel yang laki-laki, saat itu menolak ide tersebut. Namun Ruth tidak putus asa.

Setelah idenya ditolak, dia kemudian terbang ke Jerman dan menemukan karakter boneka perempuan yang diberi nama Lillie. Dia adalah karakter dalam komik strip yang diwujudkan menjadi boneka. Setelah itu, Ruth kemudian menghabiskan banyak waktu untuk mendesain boneka Barbie impiannya. Tak hanya itu, dia juga menyewa desainer busana secara khusus untuk merancang busana Barbie. Dari sinilah kemudian lahir boneka Barbie.

Tahun 1999 lalu, Barbie merayakan ulang tahunnya ke-40. Saat itu sudah muncul banyak varian boneka yang mendampingi Barbie. Tema-tema yang disampaikan pun sudah sangat bervariasi. Di tahun 2000, atau setahun setelah ultahnya ke-40, Barbie muncul dengan tema menyalonkan diri jadi presiden. Dia kemudian membuat kampanye dengan tema soal kesetaraan, pendidikan, perdamaian dunia, lingkungan hidup, dan sebagainya.

Di akhir tahun 2000-an, boneka ini memang tidak seterkenal sebelumnya. Maklum karakter-karakter mainan anak-anak kemudian muncul membanjiri pasar. Karakter boneka juga muncul dengan berbagai modifikasi untuk disesuaikan dengan pasar yang dituju.

Sumber