UKM Biasanya Lupa kepada Pelanggan Lama

JAKARTA, KOMPAS.com – CEO BuzzCo, Sumardy, mengatakan, usaha kecil dan menengah (UKM) sering lupa untuk mempertahankan pelanggan lama karena sibuknya dalam mencari pelanggan baru. Padahal pelanggan lama bisa menciptakan cerita mulut ke mulut akan suatu produk UKM. 

“Banyak perusahaan sibuk mencari pelanggan baru, tapi lupa mempertahankan konsumen yang loyal. Padahal pendapatan tertinggi dari konsumen yang loyal. Ini salah satu masalah UKM,” sebut Sumardy dalam seminar “Pesta Wirausaha Tangan di Atas 2012” di Jakarta, Minggu (29/1/2012). 

Selain itu, terang dia, biaya untuk meraup pelanggan baru pun lebih mahal ketimbang mempertahankan pelanggan lama. Biayanya bisa seperlima lebih murah. Inilah yang menjadi pertimbangan bagi UKM untuk menjaga pelanggannya loyal. “Kalau konsumen sudah beli, harus dijaga karena bisa menciptakan word of mouth (cerita mulut ke mulut) di mana-mana,” tambah Sumardy. 

Ia berpendapat bahwa pemasaran dari mulut ke mulut ini merupakan cara pemasaran yang terbilang murah, bahkan satu-satunya pilihan bagi UKM yang dana iklannya terbatas. Caranya adalah UKM menciptakan cerita yang menarik berkaitan dengan produknya. 

Ia mengambil contoh, ada penjual nasi goreng yang memasarkan produknya dengan cara beriklan bahwa ibu hamil bisa makan nasi goreng gratis. “Akhirnya orang ngomongin, ‘Oh, ibu hamil gratis (makan di penjual nasi goreng itu),'” tuturnya. 

Pengusaha dapat bercerita asal muasal produknya, siapa pembuatnya, dan cerita lainnya yang menarik. Setelah cerita diciptakan, pengusaha bisa mengetesnya kepada keluarga sendiri. Ini untuk melihat apakah anggota keluarga bersedia menceritakan produk ke para tetangga. “Apa pun yang dilakukan, ciptakan cerita menarik untuk diceritakan,” pungkas Sumardy.

Sumber