PT SMK tantang cek komponen mobil Esemka

Solo (ANTARA News) – Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Sulistyo Rabono, menantang siapa pun dapat mengecek secara menyeluruh komponen mobil Esemka yang asli buatan mandiri, guna menjawab kecurigaan sejumlah pihak bahwa mencomot onderdil mobil lain.

“Memang ada sebagian kecil onderdil mobil Esemka itu yang diambil dari luar, tetapi barang-barang itu tidak dipakai oleh mobil-mobil yang ada di Indonesia. Pengambilan onderdil ini karena kalau dihitung lebih murah dari pada membuat sendiri,” katanya kepada wartawan di Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Minggu.

Ia menimpali, “Komponen yang diambil dari luar di antaranya tangki bensin dan elektrik kontrol unit, sedangkan sebagian besar komponen lain buatan sendiri. Silahkan semua kalau tidak percaya datang ke Solo Techno Park (STP). Cetakan komponen mobil Esemka ada ditempat ini kalau mau menyaksikan,”

Pembuatan mobil Esemka, menurut dia, dirintis sejak 2008 dan semua perencanaan ada dan juga bisa dilihat. “Mobil Esemka juga bukan mobil Chinanisasi, yang artinya mencomot barang-barang yang di datangkan dari China terus kita rakit di sini,” ujarnya.

Menyinggung mengenai keberadaan mobil Esemka setelah sementara ini belum berhasil menjalani tes uji emisi, Sulistyo mengatakan mulai Senin (5/3) akan dibongkar total di STP. Langkah itu, menurut dia, diambil untuk menyempurnakan kinerja mobil buatan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan harapan pada uji emisi kedua bisa lolos.

Ia mengatakan, pembongkaran mobil Esemka akan mengerahkan pada siswa SMK, guru, serta melibatkan dari teknisi yang ada di perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pendidikan Ahli Teknik Warga Solo dan beberapa ahli lainnya baik dari Solo maupun Yogyakarta.

Pembongkaran mobil Esemka tersebut, disebutkannya, juga melibatkan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),  dan belum bisa memberikan batas waktu, tetapi akan diselesaikan secepatnya.

Pembongkaran prototipe mobil Esemka itu, menurut dia, guna mengetahui faktor penyebab produksi gas buang berlebih.

“Setiap bagian akan diteliti satu persatu sehingga bisa diketahui penyebabnya, Sebelum dibongkar akan dituangkan dalam gambar. Dari sini teknisi akan mengetahui langkah-langkah yang akan ditempuh untuk perbaikan,” ujarnya.

Setelah dinyatakan selesai dan memang betul-betul sempurna, ia menambahkan, Esemka baru di bawa untuk dilakukan uji emisi lagi, dan belum diputuskan apakah langsung dikendarai ke lembaga uji di Tangerang, Banten, atau diangkut truk. (*)

Sumber