Smartphone OS

Oleh Verydias Aditya 

Seperti halnya sistem operasi pada PC, smartphone maupun tablet juga membutuhkan sistem operasi yang powerful guna mendukung kebutuhan akan aplikasi dan fitur yang memadai. 

Adasuatu waktu ketika membeli smartphone sangatlah mudah tanpa harus dibingungkan dengan sistem operasi yang digunakannya, yaitu ketika belum tersedia banyak pilihan. Namun, segalanya kini telah berubah begitu cepat. Dahulu, model dan jenis smartphone masih terbatas. Begitu pula dengan sistem operasi yang digunakan­nya. Nokia sempat mendominasi market untuk smartphone di dunia, termasuk diIndonesia, dengan sistem operasi andalannya, Symbian OS. 

Kini, jenis smartphone mulai beragam dengan berbekal OS yang beragam pula. Sebut saja Android, BlackBerry OS, iOS, Symbian, Windows phone, Bada, Maemo, dan Meego. Seluruhnya menawarkan kelebihan dan fitur menarik yang membedakan satu sama lain. 

Android misalnya, sistem operasi ini sudah mendukung perangkat smartphone maupun tablet mulai versi 3.0. Selain itu, berbagai aplikasi freeware pun mudah didapatkan melalui layanan Android Market. Selanjutnya adalah iOS yang merupakan sistem operasi yang dite- rapkan di seluruh perangkat produk Apple. Berbagai aplikasi yang sudah terintegrasi, UI (User Interface) yang menarik, serta dukungan multi-touch yang canggih menjadi senjata utama sistem operasi ini. BlackBerry 7 OS juga tak mau ketinggalan dengan sistem operasi baru berbasiskan QNX untuk memperbarui sistem operasi sebelumnya. Lalu, Windows phone 7 dengan UI andalan­nya, Metro UI, atau bahkan Windows 8 yang kabarnya masih dalam tahap pengembangan oleh Microsoft yang nantinya ditujukan untuk mendukung perangkat PC maupun tablet.

Berbagai update untuk versi terbaru tiap-tiap OS tersebut masih terus dikem- bangkan hingga saat ini sebagai proses menuju sistem yang lebih sempurna dan agar bisa bersaing dengan kompetitornya. 

Dalam “Cover Story” kali ini, kami mencoba menghadirkan berbagai sistem operasi untuk perangkat mobile (smart­phone dan tablet) yang cukup populer saat ini. Semoga ini bisa menambah wawasan dan rasa penasaran Anda. Kami juga memberikan sedikit preview tentang sejarah singkat dan fitur ung- gulan tiap-tiap sistem operasi tersebut. Baiklah, tentunya Anda sudah mulai penasaran. Selamat menyimak ulasan berikut! 

Anda tentu kenal dengan device bernama iPhone. Ya, device tersebut merupakan perangkat mobile keluaran Apple Inc., Sistem operasi yang digunakan juga merupakan hasil pengembangan di perusahaan yang sama. Sistem operasi yang dimaksud adalah iOS, yang sebelumnya bernama iPhone OS. Pada awalnya, memang sistem operasi ini dikembangkan untuk mendukung iPhone. Namun, seiring dengan perjalanannya, iOS juga dikembangkan untuk mendukung produk Apple yang lain, seperti iPod Touch, iPad, dan Apple TV sehingga penggunaan nama iOS lebih cocok ketimbang iPhone OS. 

IOS merupakan sistem operasi yang berasal dari Mac OS X, yang juga melibatkan komponenDarwin.Darwinsendiri merupakan sistem operasi yang juga dikembangkan oleh Apple Inc., yang bersifat open source di bawah Apple Pub­lic Source License (APSL). Ia merupakan turunan dari Nextstep dan BSD yang notabene merupakan UNIX family. 

Pada iOS terdapat abstraction layers. Abstraction layer merupakan lapisan pada sistem iOS yang terbagi menjadi empat bagian yang intinya adalah framework yang berfungsi menghubungkan user dengan hardware. Berikut ini keempat layer tersebut. 

  • Core OS layer, merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan perangkat hardware.
  • Core Service layer, merupakan lapisan yang berisi layanan untuk sistem dasar yang digunakan semua aplikasi.
  • Media layer, merupakan lapisan yang berisi grafts, audio, dan teknologi video yang diarahkan untuk men- ciptakan pengalaman multimedia yang luar biasa.
  • Cocoa Touch layer, merupakan lapisan teratas pada abstraction layer yang terdiri atas programming framework yang memungkinkan user dapat berinteraksi lebih atraktif di iOS karena dibangun dengan fokus yang lebih terhadap optimasi dan interface berbasiskan sentuh. 

Layer-layer tersebut menjadikan soft­ware dan hardware pada device dengan basis iOS ini serasa melebur

iOS version

iOS 1.x

Tanggal 29 Juni 2007 merupakan awal kemunculan iOS bersamaan dengan rilis iPhone untuk kali pertama. Versi final dari 1.x adalah versi 1.1.5. 

iOS 2.x

Tanggal 11 Juli 2008 merupakan saat kemunculan iPhone 3G dan diperkenalkannya App Store. 

iOS 3.x

Versi ini digunakan pada iPhone 3GS. 

iOS 4.x

Pada 21 Juni 2010, iOS 4.0 dirilis ke publik, tetapi versi ini hanya diperun- tukkan bagi dukungan iPod Touch dan iPhone. Selain itu, tersedia lebih dari 1.500 API terbaru untuk para developer. Versi ini memiliki dukungan penuh terhadap generasi terbaru dari iPhone dan iPod, sedangkan untuk dukungan generasi sebelumnya terdapat batasan pada fiturnya. 

iOS 5

Pada 6 Juni 2011, Apple merilis versi beta untuk iOS 5. Mereka mem- perkenalkan berbagai fitur terbaru, di antaranyanya adalah iMessage chat untuk sesama pengguna device yang tambahan untuk media, dan integrasi secara penuh dengan iCloud. Versi terbaru iOS ini akan mendukung semua model iPad, iPhone 3GS, iPhone 4, serta iPod touch generasi ke-3 dan ke-4. 

Tentu Anda cukup familiar dengan nama yang satu ini—BlackBerry. Black­Berry merupakan smartphone yang cukup sukses di pasaran mobile phoneIndonesiasaat ini. Seperti halnya Nokia dengan symbian dan Apple dengan iOS- nya, smartphone yang dikembangkan oleh Research in Motion (RIM) ini juga menggunakan sistem operasi yang mereka kembangkan sendiri, yaitu BlackBerry OS.

Ketika BlackBerry mulai populer diIndonesia, banyak pihak yang mulai membandingkannya dengan ponsel lain. Tidak sedikit yang pro dan kontra mengenai keberadaan ponsel asal Kanada ini. Mereka yang pro menyebutkan bahwa fitur-fitur yang dimiliki Black­Berry sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun, di lain pihak, mereka yang kontra menilai BlackBerry tidak hemat karena pengguna perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk berlangganan BIS (BlackBerry Internet Service). Selain itu, banyak yang menilai user interface pada BlackBerry terlihat cukup membosankan dan monoton. Pihak RIM kerap menghabiskan dananya untuk infrastruktur jaringan, tetapi lalai akan urusan tampilan menu di layar. 

Di sisi lain, BlackBerry memiliki kele- bihan, seperti dari segi aplikasi. Sistem update Blackberry dapat dilakukan langsung lewat BlackBerry, termasuk instalasi beberapa software dapat di­lakukan secara online atau On The Air (OTA) tanpa bantuan komputer. Secara tidak langsung, hal ini mengisyaratkan bahwa kebergantungan pada device lain di luar BlackBerry semakin dapat diminimalkan. 

Sesuai dengan fungsi utamanya, BlackBerry OS kemungkinan menjadi sistem operasi yang paling baik dalam menangani coporate e-mail. Sinkronisasi dengan aplikasi lain pun cukup mudah, misalnya sinkronisasi dengan Microsoft Exchange, Lotus Domino, dan Novell Group Wise. Seperti kita ketahui, Black­Berry memiliki jaringan sendiri untuk mendukung fitur yang dimilikinya. Server utama BlackBerry terdapat di kantor RIM di Kanada. Koneksi ke internet melalui BlackBerry .dilaku­kan melalui jaringan ini. Hanya saja, beberapa hal seperti push e-mail BIS (Blackberry Internet Service) dilakukan dengan menempel pada jaringan GSM, tetapi tetap menggunakan koneksi ke servernya sendiri. Tidak mengherankan bila koneksi BlackBerry jauh lebih stabil ketimbang smartphone lainnya.

BlackBerry OS Version 

Pada 2 Mei 2011, RIM mengumumkan software baru yang dikabarkan sebagai BlackBerry 7 OS. Software ini resmi diluncurkan pada Agustus 2011 dan terse- dia pada Blackberry Bold (9900/9930), Blackberry Torch (9810/9850/9860), dan Blackberry Curve (9350/9360/9370). Selain itu, terdapat Blackberry tablet OS yang mengacu pada BlackBerry 7 OS, tetapi berbasiskan mikrokernel (QNX). Perangkat elektronik yang akan mendu­kung OS ini adalah BlackBerry PlayBook tablet computer. 

Basis QNX kemungkinan akan men­jadi basis standar yang digunakan RIM untuk produk smartphone BlackBerry selanjutnya. Sementara itu, BlackBerry OS akan mencapai versi final di Black­Berry 7 OS dan akan digantikan oleh QNX. 

Windows Phone Merupakan sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Micro­soft dan merupakan penerus versi sebelumnya. Microsoft kali ini mulai membidik pasar consumer, tidak lagi pasar enterprise seperti sistem operasinya terdahulu, Windows Mobile. Sebetulnya, pengembangan sistem ope­rasi untuk mobile device telah dimulai oleh Microsoft sejak 2000 lalu. Namun, proyek tersebut berjalan lambat dan terdapat berbagai kedala hingga akhirnya proyek tersebut terhenti. Pada 2008, Microsoft menyusun kembali proyek tersebut dan memulai dengan sistem operasi baru yang lebih baik. Pada 2009, proyek tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan dirilisnya Windows Phone 7 Series walaupun sempat tertunda. Penggunaan nama baru untuk OS-nya sendiri sudah dipertimbangkan oleh pihak Microsoft berkaitan dengan pengucapan yang lebih sederhana dan mudah diingat. 

Pada September 2010, Microsoft merilis SDK final untuk dukungan ter- hadap sistem operasi ini. Dengan begitu, para developer dapat mengembangkan berbagai aplikasi yang mendukung plat­form di Windows Phone ini. 

Fitur 

Fitur terbaru pada Windows Phone 7 adalah penggunaan user interface yang cukup atraktif dengan code name Metro. Penggunaan istilah “Metro” merupakan proyeksi dari kombinasi antara kecang- gihan, tetapi tetap mengedepankan ke- sederhanaan dari segi tampilan sehingga cukup user friendly saat digunakan. Se- tiap icon berbentuk ubin-ubin atau tiles diisi dengan font yang cukup nyaman dilihat serta berbalut warna-warna me- narik yang berbeda-beda untuk setiap aplikasi. 

Tiles tersebut bersifat dinamis karena pengguna dapat menambahkan, mengatur ulang, atau membuang tiles tersebut sehingga pembaruan dapat dilakukan. Selain itu, ia bersifat real-time update. Sebagai contoh, tiles dapat difungsikan untuk e-mail maupun informasi cuaca yang tentunya akan menginformasikan perubahannya setiap saat. 

Sistem Windows Phone 7 bisa dikatakan sebagai mobile game console. Pasalnya, terdapat dukungan XNA framework untuk platform Microsoft XNA sehingga para developer game dapat dengan mudah melakukan port­ing berbagai game PC dan console ke smartphone Windows Phone 7. Berbagai game untuk mendukung OS ini juga akan tersedia di Xbox Live. 

Beberapa fitur Windows Phone terhubung dengan “hub”, yang menggabungkan konten lokal dan online melalui integrasi Windows Phone dengan jejaring sosial populer, seperti Facebook, Windows Live, dan Twitter. Selain itu, aplikasi lain yang terhubung dengan hub adalah musik dan video yang terintegrasi dengan Zune, games yang terintegrasi dengan Xbox Live, Windows Phone Marketplace, dan Microsoft Office. 

Windows Phone OS Version 

Kali pertama Windows Mobile muncul adalah sebagai sistem operasi Pocket PC 2000. Sebagian besar perangkat yang menggunakan Windows Mobile memi- liki stylus pen yang digunakan sebagai alat untuk memberikan perintah dengan menyentuhkannya pada layar. 

Microsoft meluncurkan konsep yang benar-benar baru, yaitu Windows Phone 7 dalam Mobile World Congress di Barcelona pada 15 Februari 2010. 

Saat ini, pasti sebagian besar masyarakat pengguna gadget diIndonesiasudah mengenal Android. Ya, Android merupakan sistem operasi berbasiskan Linux yang ditujukan untuk perangkat ponsel. Tidak banyak yang tahu bahwa awalnya, Android adalah perusahaan independen bernama Android Inc., yang dibangun oleh Andy Rubin dan diakuisisi oleh Google Inc., pada 2005. 

Google melihat potensi yang luar biasa pada perangkat elektronik yang diciptakan oleh Andy Rubin dengan nama T-mobile Sidekick. Perangkat elektronik itu berfungsi untuk menscan benda dan memperoleh informasi tentang benda tersebut dengan memanfaatkan search engine Google. 

Selain Andy Rubin, Google juga memperoleh SDM yang luar biasa setelah mengakuisisi Android Inc., di antaranya adalah Andy McFadden (pengembang WebTV bersama Rubin dan pengembang Moxi Digital); Rich­ard Minner (mantan vice president di perusahaan telekomunikasi Orange); serta Chris White (perancang tampilan serta interface WebTV). Di perusahaan Google, tim yang dipimpin oleh Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan di pasar pon­sel. Kemudian, untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusaha­an hardware, software, dan telekomu­nikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan nVIDIA. 

Pada saat perilisan perdananya, 5 November 2007 silam, Android bersama Open Handset Alliance (OHA) mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Seiring dengan pembentukan OHA, mereka mengu- mumkan produk perdana mereka, yaitu Android, perangkat mobile yang meru­pakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis, telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.

Android OS Version 

Android versi 1.1 (tanpa code name)

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi in dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, pencarian suara, pengiriman pesan dengan GMail dan pemberitahuan e-mail. 

Android versi 1.5 (Cupcake)

Terdapat beberapa pembaruan, terma suk penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini, yakni kemampuan multimedia, dukungan Bluetooth A2DP dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem. 

Android versi 1.6 (Donut)

Terdapat update untuk menampilkan proses pencarian yang lebih baik di bandingkan sebelumnya, penggunaan baterai indikator, dan kontrol applet VPN. 

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009, terdapat be berapa perubahan yang ditujukan untuk pengoptimalan hardware. 

Android versi 2.2 (Froyo)

Pada 20 Mei 2010, terdapat perubahan pada Android versi 2.2, antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi dua sampai lima kali lebih cepat, integrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang dapat mempercepat kemampuan rendering pada browser. 

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Adanya peningkatan aplikasi dan penggunaan UI yang lebih baik. 

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khu- sus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. Honeycomb juga mendukung multi-processor dan akselerasi hard­ware untuk pengolahan grafis yang lebih baik. 

Android versi 4.0 (Ice Cream)

Android versi 4.0 akan dirilis pada akhir 2011. 

Tentunya Anda sangat familiar dengan merek Nokia. Sebelum kemunculan Android dan BlackBerry, Nokia sempat mendominasi pasar ponsel di dunia, termasuk diIndonesia. Nokia menggunakan sistem operasi yang bernama Symbian untuk menjalankan seluruh aplikasi di dalamnya. 

Symbian merupakan software bersifat tertutup yang dikembangkan Symbian Ltd. dan dirancang untuk digunakan pada perangkat mobile. Pada 2008, Nokia membeli secara penuh seluruh saham Symbian setelah sebelumnya hanya menguasai 47,9% kepemilikan. Sisa kepemilikan lainnya dipegang oleh Ericsson (15,6%), Panasonic(10,5%), Samsung (4,5%), Siemens/BenQ (8,4%), dan Sony Ericsson (13,1%). 

Saat ini, Symbian OS telah banyak digunakan oleh berbagai vendor produk peralatan komunikasi mobile dengan jenis produk yang bervariasi. Hal ini dimungkinkan karena sistem operasi ini memiliki API (Application Program­ming Interface) yang merupakan objek interface yang didefenisikan pada level aplikasi, berisi prosedur dan fungsi (dan variabel serta struktur data) yang mengelola/memanggil kernel sebagai penghubung antara software dan hardware. Dengan adanya standar API ini, pihak agar dapat diinstal pada produk mobile phone yang bermacam-macam. 

Mirip seperti sistem operasi desk­top, Symbian OS mampu melakukan operasi secara multi-threading, multi­tasking, dan pengamanan terhadap memory dan semua pemrograman pada Symbian yang dilakukan secara event-based. Artinya, hardware CPU menjadi tidak aktif ketika tidak ada input berupa aktivitas tertentu. Namun, perlu dipahami bahwa sistem op­erasi ini memang ditujukan untuk diinstal pada peralatan mobile dengan keterbatasan sumber daya. Multi-thread dan multi-tasking memberikan kemampuan Symbian OS untuk menjalankan lebih dari satu aplikasi sekaligus. 

Symbian OS sendiri bukanlah software yang open source secara penuh. Meskipun terdapat ketersedian API serta dokumentasinya yang banyak membantu pihak developer, source code-nya tidak didistribusikan secara bebas. 

Banyak ponsel yang mengadopsi Symbian OS dan mengaplikasikannya pada produk mereka, misalnya Erics­son R380, Nokia 9210 Communicator Series, Nokia 7650, 3650, 6600, Sony Ericsson P800, Siemens SX1, dan Sendo. Namun, semenjak kemunculan An­droid, Sony Ericsson secara resmi tidak menggunakan dukungan sistem operasi Symbian lagi. 

Symbian OS Version  

Symbian 1

Versi ini merupakan versi pertama yang memadukan Symbian OS dan S60 plat­form dan menjadi versi pertama yang mendukung touchs creen. 

Symbian 3

Versi ini dirilis pada 15 Februari 2010. versi ini didesain untuk platform smartphone generasi selanjutnya. Terdapat berbagai fitur baru, seperti graphic 3D architecture, UI improvements, serta dukungan output display seperti HDMI. 

Symbian Anna

Merupakan pembaruan SymbianA3 de­ngan penambahan berbagai fitur, antara lain browser baru, virtual keyboard vertikal, dan home screen scrolling. 

Symbian Belle

Merupakan versi teranyar yang diterap-kanpada Nokia seri 600 dan 700. 

Sumber: PCMedia Edisi 11/2011