Tiga Saran Sebelum Memilih Dekorasi Interior

Shutterstock
Anda cukup menjadikan tipe kepribadian tersebut sebagai patokan utama untuk memilih gaya yang Anda sukai, apakah sanguin yang ceria, koleris yang terorganisasi, plegmatis yang santai, atau melankolis nan romantis

KOMPAS.com – Orang kerap mudah terpengaruh dengan konsep baru dalam interior dan lantas mengaplikasikan ke dalam huniannya. Semua dicontoh meskipun sebenarnya gaya tersebut tidak pas untuk diterapkan.

Keiza Amorani, dalam bukunya “Ide-ide Segar Menata Rumah” terbitan Gramedia Pustaka memberi tiga saran terbaik dalam memilih gaya dekorasi interior. Pertama, Anda harus memahami, konsep interior tersebut cocok atau tidak.

Selanjutnya, jika Anda telah mengerti cara menata rumah dan disesuaikan dengan tipe keribadian (Baca: Menata Rumah Menyesuaikan Tipe Kepribadian), langkah berikutnya adalah memilih gaya dekorasi yang sesuai.

Caranya tidak sulit. Anda cukup menjadikan tipe kepribadian tersebut sebagai patokan utama untuk memilih gaya yang Anda sukai. Apakah sanguin yang ceria, koleris yang terorganisasi, plegmatis yang santai, atau melankolis nan romantis?

Prinsip kedua adalah menyesuaikan konsep tersebut dengan jumlah anggaran. Anda harus menyiapkan anggaran yang Anda perlukan untuk menata rumah Anda ini agar tidak memboroskan anggaran hanya untuk belanja furnitur (Baca: Jangan Lupa diri, Lebih Cerdaslah Belanja Furnitur), sementara aksesoris dan lainnya belum sempat dibeli.

Untuk itu, ada baiknya Anda melakukan penjadwalan untuk pembelian barang. Anda juga sebaiknya rajin mencari info atau pameran agar benar-benar yakin. Hal terpenting adalah, Anda sudah memilih satu gaya dan tetaplah konsisten pada konsep tersebut.

Prinsip ketiga adalah kenyamanan memakai konsep tersebut. Dekorasi bergaya klasik misalnya, memang membuat rumah tampil mewah dan glamor. Tapi, apakah gaya dekorasi tersebut sesuai bagi Anda?

Cermati juga tipe rumah Anda, memungkinkan menerapkan konsep tersebut atau tidak. Perhatikan pula bila di rumah Anda ada balita yang masih senang bergerak ke sana-kemari. Jangan sampai furnitur dan perlengkapan rumah tangga itu membatasi gerakan mereka karena usia balita memang sedang aktif-aktifnya tumbuh.

Satu hal penting, kenyamanan di sini juga mempertimbangkan kenyamanan seluruh anggota keluarga lain yang beraktivitas di dalamnya. Anda tak ingin disebut egois, bukan?

Selamat mencoba!

Sumber