Fenomena Gunung Es Diabetes di Indonesia

Oleh Diyah Triarsari 

Ilustrasi – Tipku.info

Ada kecenderungan diabe­tes menjadi penyakit yang banyak diderita di Indo­nesia. Sayangnya, tidak banyak yang tahu dirinya terkena pradiabetes, kondisi selangkah menuju diabetes. Padahal, diabetes bisa dicegah ketika masih di tahap pradiabetes. Kalau sudah terkena diabetes, hal yang bisa diiakukan hanya menjaga kenormalan gula darah.

Kemakmuran yang mulai dirasakan di wilayah Asia mulai menunjukkan dampak tak menyenangkan. Jumlah penderita penyakit diabetes di Asia terus meningkat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, tahun 2003, 194 juta atau 5,1 persen dari 3,8 miliar penduduk dunia menyandang diabetes. Jumlah itu bakal meningkat menjadi 333 juta jiwa di tahun 2025 nanti. Kabar buruknya, 60 persen dari jumlah itu berada diAsia.

Kemajuan pembangunan ekonomi di Asia mendatangkan kemakmuran, membuat orang Asia mengalami perubahan pola makan dan aktivitas. Hidup jadi lebih mudah dan praktis. Sehari-hari tidak perlu lagi berkeringat, sementara makanan melimpah.

Ini yang menyebabkan perut orangAsiarata-rata jadi buncit. Padahal, perut buncit itu cepat mendatangkan penyakit seperti diabetes. Lemak di perut berbahaya karena menyimpan energi dan melepaskan zat kimia yang mengontrol metabolisme dan penggunaan insulin.

Jadi Nomor Empat di Dunia

Data International Diabetes Fede­ration (IDF) menyebutkan, diabetesi di India diperkirakan meroket dari 40 juta orang mendekati jadi 70 juta orang, sedangkan di Cina dari 39 juta menjadi 59 juta. Di Bangladesh diperkirakan penderita diabetes me­ningkat dari 3,8 juta orang menjadi 7,4 juta orang.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan negara-negara Asia lainnya. Riset kesehatan dasar melaporkan prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 5,7 persen.

WHO mencatat diabetesi di Indonesia mengalami kenaikan dari 8,4 juta orang di tahun 2000 menjadi 21,3 juta jiwa di tahun 2030. Kenaikan jumlah diabetesi itu menjadikan Indonesia berada di posisi ke-4 dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Bisa Disembuhkan

Penyakit diabetes tidak datang tiba-tiba. Sebelum terkena diabetes tipe-2, banyak di antara mereka menderita sindroma yang disebut pradiabetes. Ini adalah kondisi gula darah yang lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi disebut menderita diabetes.

“Pradiabetes itu berarti berada di antara kondisi normal dan diabetes,” ujar Dr. Ahmad Rudiyanto, SpPD, KEMD.

Seseorang disebut berada dalam keadaan pradiabetes bila dalam pemeriksaan ditemukan gula darah puasa mencapai angka 100-125 mg/dl dan pemeriksaan gula darah sewaktu 140-199 mg/dl.

Senada dengan data dari dunia internasional perihal diabetes, hasil Riset Kesehatan Dasar yang diadakan Kementerian Kesehatan tahun 2008 mengungkapkan prevalensi pradiabetes tes cukup tinggi di Indonesia, prevalensi mencapai 10,2 persen Diperkirakan sekitar 24 juta penduduk Indonesia sudah masuk ke tahap pradiabetes.

Riset kesehatan dasar pun mengungkapkan jumlah orang Indonesiayang tahu dirinya terkena diabetes hanya merupakan puncak dari gunung es yang mengapung laut. Hanya sedikit orang diIndonesiayang tahu dirinya terkena diabetes. Riset itu menguak, hanya 1,5 total 5,7 persen orang yang terdagnosis diabetes. Sisanya tidak tahu dirinya terkena diabetes.

Cari Tahu Lewat Tes Darah

Satu-satunya cara untuk tahu diri kita sudah atau belum berada di tahap pradiabetes adalah dengan mengikuti tes darah. Tes darah yang diiakukan sendiri juga dapat membantu kita mengetahui kadar gula darah dari hari ke hari.

Berbeda dengan kondisi diabetes yang sudah tidal bisa disembuhkan, kondisi pradiabetes masih bisa diperbaiki dan pulih kembali “Mereka yang sudah dalam keadaan pradiabetes bisa memperbaiki kondisi mereka jadi sehat kembali. Caranya mudah, dengan mengubahgayahidup lebih sehat, membatasi lemak, memperbar sayur dan buah, serta rajin olah raga,” tutur Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD. KEMD, FACE.

Sumber: Gaya Hidup Sehat, Tahun XII No. 48, Edisi 24 Februari – 01 Maret 2012.