Tarian Kuda Pukau Turis Asing

Liputan6.com, Polewali: Desa Rumpa yang terletak di Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, pekan lalu terasa lebih meriah dari biasanya. Puluhan warga berbondong-bondong menuju sungai setempat, menyambut tamu istimewa. Sejumlah wisatawan asal Australia, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia tiba dengan menggunakan perahu karet. Mereka dari kapal pesiar Orion II yang berada di lepas pantai Sulawesi.

Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar menyambut kedatangan para turis asing dari berbagai negara ini dengan mengalungkan sarung sutra khas suku Mandar. Sarung ini merupakan salah satu kerajinan unggulan tradisional di Polewali
Mandar.

Sambutan warga yang meriah layaknya menerima tamu kehormatan semakin membuat banyak turis asing tampak nyaman dalam suasana keramaian. “Saya belum pernah mengunjungi desa seperti ini. Sangat indah. Terima kasih banyak,” ucap salah seorang wisatawan mancanegara. “Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Penduduknya sangat bersahabat,” sambung satu turis asing lainnya.

Para wisatawan asing itu kemudian dijamu dengan makanan khas setempat. Tanpa ragu, mereka mencicipi aneka penganan. Selanjutnya, para wisatawan dihibur dengan tarian kuda Sayyang Patudu. Tarian yang memperlihatkan kelincahan kuda-kuda Polewali bergoyang mengikuti irama tetabuhan.

Rupanya, para pelancong ini tak puas jika hanya menyaksikan. Alhasil, mereka pun turut berjoget, bahkan larut dalam kegembiraan bersama warga.

Sayangnya, suasana meriah pertunjukan tarian kuda ini hanya berlangsung singkat karena desa tersebut diguyur hujan deras.

Hanya saja, kegembiraan tak lantas berakhir. Sambil berteduh di pendopo desa, para wisatawan bercengkerama bersama penduduk. Kehadiran wisatawan asing bahkan menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat. Tanpa canggung, warga pun mengajak para wisatawan berfoto, demi mengabadikan momen langka yang berkesan.(ANS)

Sumber