2015, Penetrasi Broadband Indonesia Capai 60%

INILAH.COM, Jakarta – Firma Frost & Sullivan menyatakan bahwa penetrasi broadband internet di Indonesia akan mencapai angka 60% pada 2015.

Penetrasi internet broadband dengan angka tersebut dikatakan oleh Frost & Sullivan mayoritas akan diakses mayoritas dari perangkat mobile layar kecil, mengingat semakin turunnya harga handset, booming-nya media sosial dan online e-commerce.

Iwan Rachmat, Senior Consultant dan pakar ICT mengatakan bahwa penetrasi internet akan tumbuh 29,7% pada 2010-2015.

Sementara koneksi data akan tumbuh 21,9% pada 2011-2016.

“Hal ini dipicu oleh oleh booming-nya media sosial dan segalanya yang berbau online,” jelas Iwan, di Jakarta, Rabu (15/2/2012).

Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan industri ICT semakin dewasa, total revenue yang diproyeksikan diperkirakan akan mencapai rata-rata 4-6% per tahun, untuk kurun waktu lima tahun ke depan.

Tahun 2011 di Indonesia pasar mobile sudah mencapai titik dewasa, sementara internet mobile semakin dalam diperkenalkan ke pasar lokal.

Pertumbuhan revenue voice saat ini juga semakin menurun dan Frost & Sullivan mengatakan bahwa operator-operator lokal harus mencari sumber penghasilan baru, karena pasar konten data di saat bersamaan juga semakin menunjukkan pesonanya. [mor]

Sumber