Harta benda aman, hidup lebih tenang

JAKARTA. Sepanjang masih hidup, selalu ada risiko yang menyertai kita. Baik itu risiko atas diri sendiri, keluarga, tak terkecuali dengan harta benda yang kita miliki. Risiko itu bisa terjadi lantaran kecelakaan, kebakaran, bencana, atau kerugian bisnis lantaran kena musibah.

Untuk mengurangi beban atas risiko itu, sudah semestinya kita menyediakan beragam perlindungan atas segala risiko yang mungkin terjadi. Idealnya, perlindungan itu perlu disiapkan untuk risiko yang paling dekat dengan kita. Ambil contoh, saban hari Anda pergi ke kantor menggunakan kendaraan pribadi. Maka, sudah pasti, selalu ada risiko yang melekat di perjalanan, entah itu sekadar kemacetan, kerusakan mobil di tengah jalan, bahkan kecelakaan.

Nah, jika Anda tak punya perlindungan asuransi, bisa jadi Anda akan kesulitan menanggung beban akibat risiko tersebut. Sebab, setiap risiko hampir selalu mengundang konsekuensi berupa biaya yang harus dikeluarkan. Kalau terjadi kecelakaan Anda harus berobat atau memperbaiki kendaraan.

Sebaliknya, apabila Anda memiliki asuransi maka sebagian beban risiko yang Anda tanggung menjadi lebih ringan. Sebab, sebagian biaya dipakai untuk menanggung risiko itu beralih menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi. Ketika mobil rusak, misalnya, perusahaan asuransi yang harus menanggung ongkos perbaikan.

Mari ambil contoh lain. Katakan Anda sudah punya rumah dan kebetulan berada di daerah yang cukup rawan banjir atau berada di tengah-tengah area padat penduduk. Bukan mustahil, walau tentu tidak diinginkan, suatu saat tiba-tiba terjadi banjir atau kebakaran yang tak diinginkan.

Dalam kondisi seperti itu, jika memiliki asuransi maka Anda tak akan pusing lagi memikirkan biaya atau dana menanggung risiko itu. Otomatis, alokasi dana yang sudah disiapkan untuk kebutuhan lain juga tidak terganggu.

Victor Sandjaja, Wakil Direktur Utama PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, bilang, asuransi umum pada dasarnya memberikan perlindungan untuk harta benda, kepemilikan, dan kecelakaan diri. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk memiliki asuransi juga makin baik seiring dengan tumbuhnya daya beli masyarakat untuk membeli aset seperti rumah tinggal, apartemen, perangkat rumah tangga modern, dan juga kendaraan bermotor. “Mereka ingin melindungi asetnya,” ujarnya.

Biar lebih tenang

Willy Suwandi Dharma, Presiden Direktur Adira Insurance, mengatakan, dengan mengikuti asuransi, Anda melakukan upaya untuk mengalihkan risiko terhadap aset yang dimiliki pada pihak asuransi. Jadi, saat terjadi musibah pada diri maupun aset, Anda tidak lagi akan menanggung kerugian finansial sendiri. “Hidup kita bisa menjadi lebih tenang dan nyaman,” ujarnya.

Nah, untuk meminimalkan risiko tadi, tentu, mengambil asuransi umum properti sebuah langkah bijak. Kerugian akibat banjir atau kebakaran yang tak bisa diduga atas aset berupa rumah bisa diminimalkan.

Jika memiliki mobil dan tiba-tiba hilang dicuri, lantaran telah mengasuransikan barang itu, Anda bisa mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi sesuai dengan harga pasar/nilai ekonomi saat terjadinya peristiwa itu. Dengan demikian, pemilik mobil akan kembali memiliki/membeli dan menggunakan mobil. Bayangkan apabila mobil tersebut tidak diasuransikan. “Jika hilang dicuri, pemilik mobil akan menderita kerugian material,” ujarnya.

Pada umumnya, polis asuransi umum bersifat tahunan atau berlaku untuk satu tahun. Memang, beberapa polis bisa diberikan oleh perusahaan asuransi untuk periode yang lebih lama, seperti asuransi kebakaran untuk tempat tinggal. Tetapi, ada juga asuransi dengan periode lebih pendek seperti asuransi untuk transportasi barang-barang dari awal pengiriman sampai ke tempat tujuan.

Nah, pelbagai pilihan yang lebih fleksibel di asuransi umum itu jelas sangat membantu Anda untuk bisa menyesuaikan mana kebutuhan asuransi yang paling pas. Atau setidaknya, produk asuransi yang cocok dengan tingkat risiko terdekat. “Asuransi umum ini sangat cocok baik bagi perusahaan maupun perseorangan. Sebab, dua kelompok tersebut sehari-hari, kapan pun dan di mana pun selalu terancam atau menghadapi risiko pribadi, risiko harta, dan risiko tanggung gugat,” ujar Soeranto, Direktur Ritel Asuransi Jasindo.

Sekadar sebagai gambaran buat Anda, KONTAN mencoba mengulas beberapa jenis asuransi umum dan pelbagai risiko yang bisa terjadi. Meski banyak manfaat yang ditawarkan, Anda perlu memilih sesuai kebutuhan dan tingkat risiko yang Anda.

Asuransi harta benda (properti)

Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap harta benda Anda dari risiko akibat kebakaran, bencana alam, kerusuhan, atau kerusakan lain yang timbul dari suatu kejadian tiba-tiba, seperti banjir, gempa, tanah longsor, dan badai. Tak hanya itu, produk ini juga memberikan jaminan atas kerugian yang timbul akibat usaha terganggu jika terjadi kebakaran.

Sebagai contoh, Asuransi JaPro Property memberikan perlindungan untuk beragam properti, mulai rumah tinggal, apartemen, kantor, toko, hingga rumah toko. Tak sekadar properti yang dilindungi, produk ini juga memberikan perlindungan tambahan berupa perlindungan kecelakaan pribadi dan risiko kematian.

Khusus jika terjadi kebakaran, JaPro Property akan memberikan tanggungan berupa biaya sewa bangunan pengganti sebagai tempat tinggal sementara. Syaratnya, hunian itu tidak dapat dihuni selama 3 x 24 jam setelah kejadian. Jaminan diberikan selama maksimal 30 hari. Limit jaminan sebesar Rp 500.000 per hari. Adapun nilai pertanggungan maksimum sebesar Rp 2 miliar.

Ada juga asuransi Adira Home Insurance. Hampir sama, produk ini meliputi perlindungan rumah tinggal dari kerugian/kerusakan akibat kebakaran, sambaran petir, kejatuhan pesawat, asap, kerusuhan, hingga pencurian.

Sebelum mendapat perlindungan, tim Adira akan melakukan pengecekan terhadap objek asuransi tersebut. “Material bangunan dan lokasi juga menjadi pertimbangan dari tim underwriting kami,” ujar Willy Suwandi Dharma, Presiden Direktur Adira Insurance.

PT Allianz Utama Indonesia juga memiliki produk AlliSya Kantor, sebuah produk syariah, yang memberikan perlindungan jika terjadi kebakaran, petir, pesawat jauh, kerusuhan. Victor bilang, Allianz tak mamasang syarat rumit asalkan gedung tersebut punya housekeeping yang baik dan proteksi atas risiko kebakaran yang baik.

“Minimum premi Rp 100.000 per polis untuk asuransi kebakaran atau Rp 300.000 per polis apabila diperluas dengan perlindungan atas risiko gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami,” ujar Victor.

Beragam pilihan asuransi umum tersedia untuk melindungi harta benda Anda. Banyak tawaran, tapi Anda perlu sesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat risiko yang paling dekat agar bisa mendapatkan nilai manfaat secara maksimal.

Nah, selain asuransi harta benda (properti) yang sudah dibahas sebelumnya, KONTAN mencoba mengulas beberapa jenis asuransi umum lainnya, dan pelbagai risiko yang bisa terjadi, yaitu sebagai berikut:

Asuransi Kendaraan

Saat ini tingkat kecelakaan di jalan masih tinggi. Lebaran lalu saja, tercatat 682 orang tewas dalam 4.071 kecelakaan. Lantaran masih tinggi angka itulah, asuransi kendaraan juga ikut terkerek peminatnya. Asuransi ini memberikan perlindungan atas risiko kerusakan atau kehilangan bagi sepeda motor atau mobil.

Sejumlah perlindungan diberikan dalam asuransi ini terutama berkaitan dengan kejadian tabrakan, tergelincir, kerusakan, atau juga pencurian. Ada juga yang memberikan ganti rugi apabila kendaraan bermotor rusak akibat kebakaran, huru-hara, banjir, atau kesalahan mekanik saat memperbaiki kendaraan.

Adira Insurance memiliki beberapa produk asuransi kategori ini, seperti Autocillin dan Motopro. Autocillin, misalnya, memberikan fasilitas derek gratis bagi penggunanya. Khusus untuk asuransi kendaraan, Adira mengklaim memiliki layanan lengkap seperti emergency roadside assistance alias bantuan untuk keadaan darurat di jalan dan ambulans. “Itu merupakan bukti keseriusan kami melayani,” ujar Willy.

Sementara, Motopro melindungi sepeda motor dari kerugian kerusakan akibat tabrakan, kecelakaan sepihak, kebakaran, atau pencurian dengan nilai pergantian lebih 75% dari harga motor. Ada juga biaya pengobatan bagi tertanggung akibat kecelakaan berkendara. Penggantian minimum
Rp 150.000 dan maksimum Rp 1,5 juta selama masa pertanggungan. Premi minimum sebesar Rp 100.000 dan biaya polis sebesar Rp 35.000.

Selain Adira, PT Allianz Utama Indonesia juga memiliki beberapa asuransi Kendaraan yakni AlliSya Mobil. Selain melindungi dari kerusakan atau tabrakan, manfaatnya juga diberikan berupa pertanggungan bagi supir dan penumpang dan yang mengalami kecelakaan dengan nilai pertanggungan mulai Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar.

Perhitungan premi untuk asuransi Asuransi Mobilku Allianz yaitu pemilik mobil X seharga Rp 150 juta dikenakan tarif premi sebesar 2,655% dari harga mobil, plus Rp 111.000 untuk perlindungan tambahan tanggung jawab hukum pihak ketiga, kecelakaan diri, dan biaya rumah sakit dan ditambah dengan biaya administrasi dan meterai sebesar Rp 22.000. Dengan demikian, jumlah premi yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 4.115.500 [(2,655% x Rp 150 juta) + Rp 111.000 + Rp. 22.000].

Asuransi ini tak hanya melindungi manakala terjadi kecelakaan, namun juga meliputi kejadian huru-hara, tindakan terorisme dan sabotase, serta bencana alam. Di samping itu juga memberikan perlindungan terhadap risiko kematian, cacat total tetap atau sebagian, serta santunan biaya pengobatan atas kecelakaan yang dialami oleh pengemudi dan atau penumpang kendaraan.

Sementara itu, Asuransi Jaya Properti juga memiliki produk asuransi kendaraan yakni JaPro Car dan JaPro Motor. Ada dua pilihan yakni Total Lost yang akan meliputi pergantian akibat pencurian, perampasan, dan penodongan. Jika terkena kebakaran mendapatkan pergantian di atas 75% harga motor. Jika ingin lebih aman, Anda bisa memilih produk komprehensif yang memberikan perlindungan tambahan jika ada kejadian hipnotis, kerusuhan, dan jika mengalami kecelakaan.

Nicolaus Prawiro, Presiden Direktur Jaya Proteksi, mengatakan, premi tergantung dari tingkat risiko dan kondisi objek yang dipertanggungkan. “Premi akan dihitung setelah survei risiko terhadap objek yang dipertanggungkan,” ujarnya.

Asuransi Pengangkutan

Asuransi pengangkutan atawa yang lazim disebut marine cargo insurance memberikan payung bagi barang yang diangkut dari suatu daerah ke daerah lain. Pengangkutan ini bisa menggunakan jalur darat, air, maupun udara.

Direktur Ritel Asuransi Jasindo, Soeranto, mengatakan, asuransi ini memberikan jaminan atas kerugian yang ditimbulkan karena bahaya laut dan bahaya kecelakaan yang mungkin terjadi selama pengangkutan barang sejak barang meninggalkan gudang awal baik dengan menggunakan kapal laut, truk, kereta api, pesawat udara atau kombinasi ketiganya sampai barang tiba di tempat tujuan akhir.

Asuransi ini juga memberikan jaminan pengangkutan, baik ekspor, impor dan antar pulau sejak barang meninggalkan gudang pengiriman/ gudang awal melalui rute perjalanan yang normal/wajar dan berakhir pada saat barang diterima di gudang tujuan atau tempat yang disebutkan dalam polis.

Namun, ada beberapa syarat untuk mendapatkan asuransi pengangkutan ini. Orang yang mengajukan asuransi itu harus mempunyai kepentingan atas benda tersebut atau insurable interest. Atau, orang yang mengajukan asuransi Jasindo Pengangkutan itu memiliki kepentingan keuangan yang melekat pada kargo atau barang yang diangkut.

Barang yang bisa diangkut bisa berupa general cargo, containers, barang curah, barang muatan khusus, dan barang berbahaya. “Batu permata/ perhiasan termasuk emas, pengangkutan pita cukai, surat-surat berharga dan uang,” ujar Soeranto. Besaran premi dihitung dan ditentukan oleh harga dan jenis barang serta alat pengangkutnya.

Tak jauh beda, Adira Cargo Insurance juga memberikan perlindungan hampir sama dengan Jasindo. Adira Cargo Insurance secara umum melindungi barang-barang pada saat transportasi, baik darat, laut atau udara, terhadap kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kecelakaan, tenggelam, karam, terbakar, pencurian, dan gempa bumi. “Kecelakaan yang terjadi saat memasukkan atau menurunkan muatan juga dicover,” ujar Willy.

Asuransi Perjalanan

Asuransi ini sangat cocok untuk mereka yang sering bepergian. Adira Travel Insurance memberikan perlindungan pada mereka yang suka berpergian, baik dalam maupun luar negeri. Asuransi ini menanggung jika terjadi kematian dan cacat tetap akibat kecelakaan, juga biaya pengobatan dan rawat inap, serta evakuasi medis darurat.

Adapun premi produk individu ini mulai dari US$ 16 untuk empat hari perjalanan hingga US$ 83 untuk 30 hari perjalanan. Adapun premi untuk keluarga sebesar US$ 27 untuk 30 hari dan US$ 147 untuk 30 hari. Polis asuransi berlaku di seluruh dunia dengan nilai tanggungan maksimal yakni US$ 100.000.

Jasindo Travel memfokuskan pada perlindungan atas kecelakaan dalam seluruh perjalanan, baik di darat, laut, atau udara, selama tujuh hari. Biaya premi bervariasi, mulai Rp 20.000 dengan tanggungan mencapai

Rp 200 juta. Nilai pertanggungan bisa dihitung berdasarkan keinginan nasabah. “Kupon produk ini tersedia di bandara dan pelabuhan,” ujar Soeranto.

Jasindo juga mengeluarkan asuransi Jasindo Mudik. Cukup membayar Rp 5.000, Anda bisa mendapatkan pertanggungan senilai Rp 25 juta (jiwa dan cacat tetap), dan Rp 2,5 juta (perawatan akibat kecelakaan).

Sumber 1 dan Sumber 2