Batavia Air, Maskapai Pertama yang Kena Sanksi ‘Delay’

Ilustrasi pesawat Batavia Air [google]

[JAKARTA] PT Metro Batavia (Batavia Air) harus memberikan kompensasi tunai masing-masing sebesar Rp 300.000 kepada para penumpangnya dengan rute Palangkaraya-Surabaya akibat keterlambatan (delay) penerbangan hingga 4 jam.

Dengan demikian, maskapai nasional yang mulai beroperasi pada 5 Januari 2002 itu merupakan maskapai pertama yang terkena sanksi Peraturan Menteri Perhubungan (Permen) No.92/2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut yang baru berlaku sejak 1 Januari 2012 kemarin.

Seperti diketahui, dalam Permenhub No.77/2011 disebutkan bahwa maskapai yang delay harus 4 jam harus memberikan kompensasi tunai senilai Rp 300.000 per penumpang. “Metro Batavia untuk rute Palangkaraya-Surabaya pada penerbangan sore 2 Januari kemarin delay,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bakti S Gumay di kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (3/1).

Namun, soal penyebab delay tersebut, Herry mengakui masih akan menanyakan lebih lanjut ke pihak maskapai tersebut. Sementara, mengenai cara pemberian kompensasi, dia mengatakan, Batavia akan menggantinya dengan sistem voucher.

“Itu dibayarkan pakai voucher dan itu diuangkan di kantor, itu berlaku 30 hari. Voucher berupa cash money, bukan khusus untuk pembelian tiket. Tapi, bisa juga untuk beli tiket,” kata dia. [O-2]

Sumber