Mantra Jitu Si Penggila Belanja

Banyak wanita mudah terbujuk diskon atau ‘rayuan’ manekin yang mengenakan baju lucu.

(singaporegreatsale.com)

VIVAnews – Banyak wanita memiliki kebiasaan implusive buying. Mereka belanja hanya untuk memenuhi hasrat, bukan kebutuhan. Tak heran jika mereka mudah sekali terbujuk dengan diskon atau ‘rayuan’ manekin yang mengenakan baju dan sepatu lucu.

Rasanya sulit mengontrol diri untuk menunda belanja, saat melihat barang-barang bagus di toko, yang sebenarnya tidak penting. Sebagian bahkan tak sungkan menggesekkan kartu kredit yang limitnya hampir habis demi memenuhi hasrat belanja.

Ada saja kalimat-kalimat pembenaran yang melintas di kepala saat tersudut pada situasi semacam itu. Berikut sejumlah pembenaran yang sering terucap pada diri sendiri agar tak merasa ‘berdosa’ setelah membeli barang yang tak penting.

1. “Saya akan sering memakai pakaian yang akan saya beli. Bila saya membagi harga total pakaian dengan jumlah saya memakainya, sebenarnya tidak masalah membeli pakaian baru.”

Faktanya, pakaian atau barang sejenis menumpul di almari dan jarang dipakai. Barang yang baru Anda beli pun kemungkinan tak akan sering dipakai.

2. “Saya akan memakai selamanya setelah membeli.”

Faktanya, meskipun sangat menyukai sebuah pakaian, Anda hanya akan memakainya selama beberapa waktu hingga tren berganti.

3.”Saya tidak akan pernah menemukan yang seperti itu lagi.”

Faktanya, kecuali pakaian yang Anda incar adalah vintage, buatan perancang atau couture, Anda akan menemukan barang sejenis di banyak toko ritel lainnya.

4. “Beli saja dulu, nanti juga saya akan muat mengenakannya.”

Faktanya, apabila Anda tidak dapat mengancingkan atau meresliting pakaian saat ini, kemungkinan besar tidak akan pernah bisa.

5. “Saya mampu kok membelinya.”

Faktanya, Anda hanya mampu membelinya bila menggesek kartu kredit. Belum lagi, kartu kredit juga masih menyisakan banyak hutang. (pet)

Sumber