Hati-hati, Penggila Belanja Rentan Stres

Menenteng tas belanja yang berat berisiko meningkatkan stres.

Gila belanja (123rf.com)

VIVAnews – Menjelang akhir tahun, gairah belanja begitu mudah tersulut. Bersamaan dengan gaji yang mengalir ke rekening di penghujung bulan, sejumlah pusat perbelanjaan menggoda ‘iman’ dengan papan-papan diskon yang begitu persuasif.

Bagi shopaholic atau penggila belanja, tampaknya musti hati-hati. Bukan hanya kekhawatiran belanja kompulsif yang menguras kantong, tapi juga peningkatan risiko stres.

Seperti dikutip Daily Mail, sebuah studi mengungkap bahwa menenteng tas belanja yang berat berisiko meningkatkan stres. Berat yang membebani tubuh atau tangan, membuat seseorang berpikir lebih serius sehingga otak bekerja lebih berat.

Sejumlah peneliti dari Universitas China Hong Kong dan Universitas National Singapura melakukan percobaan untuk melihat bagaimana berat yang membebani fisik dapat meningkatkan stres. Mereka melakukan percobaan dengan menilai respons konsumen akibat beban belanjaan.

Para peneliti dari Universitas Cina Hong Kong dan National University of Singapore, melihat bagaimana berat badan fisik dapat meningkatkan stres dengan menilai reaksi konsumen.

Mereka membagi responden dalam dua kelompok. Kelompok pertama diminta memegang tas belanja penuh barang, lalu diminta memberikan pendapat mengenai suatu topik tertentu. Sementara kelompok kedua hanya dimintai pendapat dengan topik serupa, tanpa harus memegang beban di tangannya.

Hasil penelitian menunjukkan, responden yang berada di kelompok pertama menyikapi topik pembahasan lebih serius. Sementara responden yang berada di kelompok kedua menyikapi permasalahan serupa dengan lebih santai atau relaks.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Consumer Research, edisi mendatang, itu juga menunjukkan bahwa efek psikologis buruk yang menyerang seseorang saat membawa beban berat dapat teredam ketika diperintahkan memikirkan benda-benda ringan, seperti balon dan bulu.

Pemimpin studi, Meng Zhang dan Li Xiuping mengatakan, temuan mereka kali ini memperkuat hasil studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa beban fisik mempengaruhi beban psikologis seseorang. “Studi sebelumnya menunjukkan bahwa pengalaman fisik membawa beban berat bisa memengaruhi penilaian seseorang atas suatu peristiwa yang tak terkait dengan pengalaman fisiknya.” (umi)

Sumber