Pacitan, Pesona Kota 1001 Goa

Terletak di ujung Selatan Jawa Timur, kota Pacitan nyaris paling jarang menjadi konsumsi pemberitaan kalangan pers. Padahal, tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menyimpan banyak pesona keindahan untuk sejumlah tempat objek wisatanya yang dikenal dengan sebutan kota 1001 goa.

Kabupaten Pacitan terletak di ujung selatan di ujung selatan Jawa Timur dengan luas wilayah 1.389,87 km2. Kondisi fisik alamnya sekitar 85% merupakan perbukitan yang menyebar di seluruh wilayah kabupaten.

Wilayah yang terkenal sebagai kota 1001 goa ini menyimpan panorama alam yang indah.  Banyak objek wisata yang ditawarkan sebagai persinggahan untuk melepaskan kepenatan dari beban pekerjaan yang menguras pikiran. Tidak heran jika kabupaten yang namanya berarti ‘camilan sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan’ itu banyak dikunjungi wisatawan.

Tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi objek wisata goa yang ada. Salah satunya adalah Goa Gong. Goa Gong adalah objek wisata goa andalan Pacitan. Goa yang berbentuk horizontal dengan panjang sekitar 256 meter, di dalamnya terdapat stalaktit (batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua) dan stalagmit (batuan kapur yang berdiri tegak di dasar) ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Beberapa peneliti dan wisatawan mancanegara, menilai goa itu paling indah di Asia Tenggara.

Nama goa Gong diambil dari cerita yang beredar di masyarakat karena di dalam goa ini sering terdengar bunyi-bunyian yang menyerupai suara gong. Jika anda memukul atau mengetuk salah satu stalaktit dan stalakmit, maka akan berbunyi seperti dengungan gong yang memenuhi ruang di dalam goa.

Menurut sumber cerita, goa gong ditemukan sekitar tahun 1930 oleh dua penduduk lokal, yaitu Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo yang hendak mencari mata air karena kondisi Dusun Pule saat itu dilanda kemarau panjang. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong goa. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya.

Goa Gong memiliki banyak sekali bentuk stalaktit dan stalakmit. Bisa dibilang, goa dengan bentuk terlengkap yang ada di Jawa. Salah satu keindahannya adalah menyerupai gorden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya. Stalaktit dan stalakmit yang ada di goa gong terlihat sangat kokoh.

Ketika menuju objek wisata goa Gong yang terletak di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Donorejo, sepanjang perjalanan anda akan disuguhi pegunungan kapur di kanan kiri jalan. Selain pegunungan kapur, pohon jati di pinggiran bukit juga menjadi pemandangan menyejukkan mata.

Sebelum masuk goa, sejumlah pedagang mulai dari pedagang akik, souvenir, hingga makanan khas daerah Pacitan berjajar di jalan menuju goa. Model-model akik bisa anda temukan mulai dari ukuran kecil hingga yang terbesar.

Saat memasuki goa, kondisi goa yang gelap dengan sedikit penerangan akan menghipnotis pengunjung dengan indahnya pemandangan stalaktit dan stalakmit disertai pijar lampu neon yang berwarna-warni. Misalkan saja yang menarik adalah batuan yang menyerupai patung Budha yang tidak jauh dari pintu masuk.

Stalaknit dan stalakmit yang ada diberi nama, Cello Giri, Selo Citro Cipto Agung, Cello Pakuan Bomo, Cello Adi Citro Buwono, Cello Bantaran Angin dan Cello Susuh Angin.

Selain itu, terdapat lima sendang yang dipercaya mengandung magis yang dapat menyembuhkan penyakit. Diantaranya Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto.

Beberapa Sendang

Gua Gong memiliki beberapa ruangan. Ruang pertama adalah ruang Sendang Bidadari yang terdapat sendang kecil dengan air dingin dan bersih di dalamnya. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari, yang menurut cerita, di ruangan ini kadang melintas bayangan seorang wanita cantik yang menyerupai bidadari.

Ruang ketiga dan keempat adalah ruang kristal dan marmer, di dalamnya tersimpan batu kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna. Ruangan kelima berupa ruangan yang amat luas. Di tempat ini pernah diadakan konser musik empat negara (Indonesia, Swiss, Inggris, dan Perancis). Ruang keenam adalah ruang pertapaan, dan ruang terakhir adalah ruang Batu Gong. Di ruangan ini terdapat batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong.

Pantai Klayar

Lelah dengan nuansa goa, tidak lengkap bila tidak menikmati deburan ombak dengan panorama pantai alami bercita rasa internasional yang dimiliki pantai Klayar. Di sini anda akan dihibur dengan nuansa karang dan hamparan pasir putih  yang sangat mempesona.

Karakter ombak yang muncul dari dalam karang dapat menimbulkan efek air mancur (Geiser) yang terjadi secara periodik sehingga punya kesan tersendiri bagi mata yang memandangnya. Fenomena itu disebabkan oleh tertekannya air laut dan udara yang terjebak di dalam saluran di sepanjang retakan batuan oleh gelombang. Abrasi yang mengikis bongkahan batuan membentuk aneka ragam bangun yang disebut tafon.

Keistimewaan pantai yang terletak di Kecamatan Donorejo ini yang tidak dimiliki pantai lainnya adalah munculnya bunyi seperti seruling laut yang terjadi diantara celah karang dan deburan ombak yang melambai.

Di samping itu, juga ada air mancur alam yang terjadi karena gelombang tekanan udara di laut yang menghantam batuan berongga. Ketinggiannya bisa mencapai sekitar 10 meter sehingga menghasilkan gerimis dan embun air laut. Masyarakat sekitar meyakini air mancur tersebut memiliki kualitas khusus sebagai obat awet muda.

Akan tetapi, akses menuju ke pantai yang mempunyai tata letak top view yang langsung mengarah ke Samudra Hindia ini cukup sulit. Tidak ada angkutan umum yang menuju kesana sehingga untuk menuju lokasi harus menggunakan kendaraan pribadi. Pantai Klayar ini berada sekitar 35 km kearah barat Kota Pacitan.

Dari Yogyakarta berjarak sekitar 110 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Jangan heran jika wisatawan yang datang mayoritas berasal dari Jawa Tengah atau wisatawan asing yang sempat menyinggahi Yogyakarta karena jarak yang berdekatan dibandingkan dengan wilayah lainnya di Jatim. m27

Sumber