15 Juta Ponsel Jadi Rongsokan di Indonesia

Headline

IST

Oleh: Ellyzar Zachra PB
Teknologi – Jumat, 29 Oktober 2010 | 13:31 WIB

INILAH.COM, Jakarta- Perilaku ganti ponsel berdampak buruk bagi lingkungan. Di Indonesia, sekitar 15 juta ponsel menjadi rongsokan tidak terpakai setiap tahun. 

Industri telekomunikasi berdampak besar pada lingkungan. Penggunaan bahan bakar solar untuk mengaktifkan Base Transceiver Station (BTS), perilaku masyarakat yang suka berganti handset, tumpukan sampah baterai dan charger, serta penggunaan kertas dan plastik untuk kartu perdana dan isi ulang sebagai penyebab.

“Ini berdasarkan perkiraan bahwa sudah ada 120 juta pelanggan selular pada tahun 2009. Angka ini bisa terus meningkat mengingat perilaku masyarakat Indonesia yang suka berganti handset,” ujar Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom, Tbk.

Pandangan serupa dikemukakan Chairman Global e-Sustainability Initiative (GeSI) Luis Neves, yang menyatakan bahwa secara global, emisi industri teknologi dan informasi dapat meningkat dua kali lipat dari 0,5 menjadi 1,4 Gt Co2e dalam skenario standar bisnis pada tahun 2010.

GeSI adalah institusi nternasional yang fokus dalam penelitian dan pendidikan lingkungan yang berkelanjutan dalam bidang telekomunikasi.

Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie juga menyatakan bahwa penggunaan bahan bakar solar untuk menjalankan BTS atau menara telepon selular dapat memberi dampak pada lingkungan.

“Kenyataannya sudah ada di depan kita dan tidak bisa kita abaikan. Sepanjang tahun 2009, Bakrie Telecom saja telah menghabiskan hampir sebanyak 700 ribu liter. Kita bisa bayangkan akan ada jutaan liter solar untuk 11 operator telekomunikasi Indonesia,” katanya.[ito]

Sumber

Advertisements